Polisi Gugur Ditembak saat Gagalkan Curanmor, Polres Pringsewu Gelar Salat Gaib
- 12 Mei 2026 08:55 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Suasana duka menyelimuti Masjid Al Kautsar di kompleks Polres Pringsewu. Puluhan jemaah yang terdiri dari anggota kepolisian, aparatur sipil negara, dan masyarakat melaksanakan salat gaib untuk almarhum Bripka Anumerta Arya Supena, anggota Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Lampung yang gugur saat menjalankan tugas. Salat gaib tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi Arya Supena yang meninggal dunia usai tertembak ketika berupaya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di Bandar Lampung.
Tak hanya di tingkat polres, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh polsek jajaran Polres Pringsewu usai salat Zuhur. Doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan belasungkawa dan penghormatan atas pengabdian almarhum kepada institusi Polri dan masyarakat.
Pelaksana Harian Wakapolres Pringsewu, Kompol Sukimanto, mengatakan salat gaib tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan almarhum yang gugur saat menjalankan tugas negara.
“Ini bentuk penghormatan kami kepada almarhum yang gugur dalam tugas. Kami berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Kompol Sukimanto mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menambahkan, peristiwa itu menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian memiliki risiko besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap pelaku penembakan. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut diminta segera melapor kepada aparat berwenang.
Diketahui, Bripka Anumerta Arya Supena tertembak saat memergoki aksi pencurian sepeda motor di depan sebuah toko kue di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (10/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Kabid Humas Polda Lampung, Mobespol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan saat itu korban datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat Street hitam bernomor polisi BG 6138 ACY. Setibanya di lokasi, korban melihat dua pria yang diduga tengah berupaya merusak kunci setang sepeda motor Honda Beat biru putih bernomor polisi BE 2826 NBM yang terparkir di area toko.
Korban kemudian menegur kedua pelaku. Namun, salah satu pelaku diduga langsung mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban. Akibat luka tembak yang dideritanya, Arya Supena sempat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Lampung.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor yang disertai aksi kekerasan di wilayah Lampung. Kepolisian pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, termasuk menggunakan kunci pengaman tambahan dan lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Kepergian Arya Supena meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga masyarakat yang menilai pengorbanannya sebagai bentuk nyata dedikasi seorang anggota Polri dalam menjaga keamanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....