Diduga Terpeleset, Bocah di Pringsewu Tewas Tenggelam di Kolam Ikan
- 06 Mei 2026 13:11 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Duka menyelimuti warga Pekon Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu. Seorang bocah berusia 8 tahun, Yongki Agil Prabowo, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di kolam ikan, Minggu 3 Mei 2026. Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.00 WIB, setelah adanya teriakan minta tolong dari seorang anak yang berada di lokasi kejadian.
Kapolsek Sukoharjo, Juniko, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, sebelum ditemukan tenggelam, korban sempat bermain bersama temannya di sekitar kolam yang berada di area persawahan.
“Sekitar pukul 08.00 WIB korban terlihat bermain di sekitar kolam. Tidak lama kemudian, temannya berteriak meminta tolong karena korban diduga tenggelam,” ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu, M. Yunnus Saputra, Selasa, 5 Mei 2026.
Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar langsung bergegas menuju lokasi dan berusaha melakukan pertolongan. Salah satu warga bahkan langsung menceburkan diri ke dalam kolam untuk mengevakuasi korban.
Namun saat berhasil diangkat, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Polisi yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu serta tenaga medis dari Puskesmas Adiluwih untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan.
Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga terpeleset saat bermain di sekitar kolam. Lokasi kejadian diketahui berada sekitar 1,5 kilometer dari rumah korban, dengan kedalaman kolam mencapai kurang lebih 1,5 meter. Pihak keluarga menyebutkan, sebelum kejadian korban sempat bermain sepeda bersama temannya. Korban juga diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus dengan riwayat autisme.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi pun memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Dugaan sementara korban terpeleset, namun penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan penyebab kejadian,” kata Kapolsek.
Keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area yang berpotensi membahayakan.
“Kami mengingatkan agar pengawasan terhadap anak lebih diperhatikan, guna mencegah kejadian serupa,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....