Pemkab Tubaba dan Unila Perkuat Sinergi Peningkatan Sumber Daya Manusia

  • 15 Apr 2026 21:18 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Tulang Bawang Barat - Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menerima kunjungan Universitas Lampung (Unila) untuk memperkuat sinergi peningkatan sumber daya manusia (SDM), sosialisasi program pascasarjana (S2 dan S3), serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tubaba, Rabu, 15 April 2026.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Untung Budiono, mengapresiasi kunjungan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Suripto Dwi Yuwono, beserta jajaran.

“Kehadiran Universitas Lampung merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujar Untung Budiono.

Dia menjelaskan kolaborasi antara pemda dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis meningkatkan kapasitas ASN dan masyarakat melalui akses pendidikan tinggi. Pemkab Tubaba berkomitmen menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas utama melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win.

Lima prioritas pembangunan yang didorong: Tubaba Sehat, Tubaba Cerdas, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui KUR Super Mikro, pengelolaan lingkungan hidup terpadu, serta pembangunan infrastruktur penunjang sektor prioritas.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Suripto Dwi Yuwono, menyampaikan komitmen Unila untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kerja sama dengan pemda.

“Kehadiran kami merupakan bagian dari komitmen Universitas Lampung untuk memperkuat sinergi dan melanjutkan kerja sama strategis yang telah terjalin,” ujarnya.

Melalui program “Unila Menjemput”, Unila aktif menjangkau daerah untuk pendampingan calon mahasiswa. Dari Tubaba, tercatat 61 siswa lolos jalur prestasi (SNBP), dengan 40 siswa dari SMA Negeri 1 Tumijajar, serta satu siswa diterima di Fakultas Kedokteran.

Unila juga mendorong akses pendidikan melalui beasiswa KIP Kuliah yang masih dalam tahap seleksi wawancara.

Untuk percepatan pendidikan, Unila mengembangkan program fast track yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan S1 dan S2 dalam waktu sekitar lima tahun, dengan mengambil mata kuliah S2 sejak semester enam atau tujuh.

Untuk jenjang pascasarjana, Unila membuka program magister (S2) melalui jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui RPL, pengalaman kerja minimal lima tahun dapat diakui hingga 70 persen dari total SKS, sehingga masa studi lebih singkat.

“Program ini sangat relevan bagi ASN dan para profesional yang telah memiliki pengalaman kerja,” jelasnya.

Unila juga menyediakan program pendidikan profesi dokter, guru, dan insinyur, serta program doktor (S3) jalur reguler.

Dalam kesempatan itu, diperkenalkan jajaran pimpinan Unila yang hadir, antara lain Kepala Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran, Dekan Fakultas Teknik, Wakil Dekan, serta Ketua Program Studi Profesi Insinyur.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi antara Pemkab Tubaba dan Unila, khususnya dalam pengembangan SDM unggul dan berdaya saing, guna mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....