Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Gadingrejo
- 01 Feb 2026 21:33 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Misteri hilangnya Mbah Kaliman (82), warga Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, akhirnya terungkap. Pria lanjut usia yang dilaporkan hilang sejak 19 Januari 2026 itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Sungai Gadingrejo, Minggu 1 Februari 2026.
Polisi memastikan jasad pria yang ditemukan mengapung tersebut merupakan Mbah Kaliman. Kepastian identitas diperoleh setelah proses identifikasi oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu bersama tim medis RSUD Pringsewu serta pihak keluarga korban.
Kapolsek Gadingrejo Iptu Sugiyanto, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, mengatakan identifikasi dilakukan berdasarkan kecocokan ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan korban, serta pengenalan langsung dari pihak keluarga.
“Hasil identifikasi memastikan bahwa jasad yang ditemukan di aliran sungai adalah Mbah Kaliman yang sebelumnya dilaporkan hilang. Pihak keluarga juga telah mengonfirmasi identitas tersebut,” ujar Sugiyanto.
Sebelumnya, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Junaidi saat mencari cacing sutra di sungai sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan telungkup di tepi aliran sungai.
Sugiyanto menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Untuk sementara belum ditemukan indikasi kekerasan. Namun, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian korban,” katanya.
Pihak keluarga telah menerima hasil identifikasi tersebut, dan jenazah rencananya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Aparat kepolisian juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.
Diketahui, Mbah Kaliman dilaporkan hilang sejak Senin 19 Januari 2026 setelah berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke kebun. Upaya pencarian telah dilakukan selama hampir dua pekan oleh tim gabungan yang melibatkan Polri, TNI, Basarnas, BPBD, Satpol PP, relawan, serta warga setempat.
Tim pencarian bahkan sempat menurunkan anjing pelacak K9 milik Direktorat Samapta Polda Lampung, namun belum membuahkan hasil. Setelah 14 hari pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di aliran Sungai Gadingrejo Induk, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....