Mahasiswa KKN Angkat Pertanian Konvensional Desa Tanjung
- 30 Jan 2026 15:18 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 19 melaksanakan program penguatan sektor pertanian di Desa Tanjung Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dengan menitikberatkan pada optimalisasi metode pertanian konvensional yang telah lama diterapkan masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Januari 2026 tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani tanpa menghilangkan pola tanam tradisional yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan warga desa. Mahasiswa mendorong pemanfaatan teknik penyiraman dan pengelolaan tanaman yang lebih terukur agar hasil pertanian tetap stabil.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperagakan penerapan sistem penyiraman otomatis sederhana yang dirancang untuk mendukung kebiasaan bertani konvensional. Sistem ini bekerja berdasarkan tingkat kelembapan tanah, sehingga air hanya digunakan ketika kondisi lahan benar-benar membutuhkan penyiraman.
Ketua Kelompok KKN Tematik 19, Wayan Tony Sendy Irdana, menjelaskan pendekatan tersebut bertujuan membantu petani menghemat air dan tenaga tanpa mengubah cara bercocok tanam yang telah mereka kuasai.
"Dengan dukungan sensor kelembapan tanah, proses penyiraman dapat berlangsung lebih tepat waktu dan konsisten," ucapnya, dilansir dari Itera, Jumat, 30 Januari 2026.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan sistem hidroponik sebagai alternatif budidaya skala kecil yang dapat melengkapi pertanian konvensional, khususnya untuk pemanfaatan lahan pekarangan.
"Teknologi tersebut memungkinkan masyarakat mencoba pola tanam baru tanpa harus meninggalkan metode bertani yang sudah ada," katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat desa tidak hanya menyaksikan praktik lapangan, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai prinsip dasar pengelolaan air, perawatan tanaman, serta cara menyesuaikan teknologi dengan kondisi lahan dan kebiasaan bertani setempat. Pendekatan ini mendapat respons positif karena dinilai relevan dengan kebutuhan petani.
Menurutnya, sosialisasi tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai pendukung kemajuan sektor pertanian di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....