Kisah Guntur, Perantau Lampung di Tangerang Rindu Sambal Rampai
- 04 Mar 2026 14:30 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung/TANGERANG – Menjalani ibadah puasa di tanah rantau memberikan kesan dan tantangan tersendiri bagi Guntur Permadi. Pria asal Sukarame, Bandar Lampung, yang sudah empat tahun menetap di perbatasan Tangerang-Jakarta ini, membagikan kisahnya dalam program "Cerita Sanak Rantau". Rabu (4/3/2026).
Perbedaan cuaca yang ekstrem menjadi tantangan pertama yang ia rasakan. Saat Lampung diguyur hujan, Tangerang justru dilanda cuaca panas yang sangat menyengat. Namun, bagi Guntur, tantangan fisik tersebut tidak seberat menanggung rasa rindu akan suasana hangat di kampung halaman.
Guntur mengaku perbedaan paling signifikan yang ia rasakan adalah hilangnya kemudahan saat sahur dan berbuka. Jika di rumah Jalan Ria Kudu, Sukarame, ia tinggal menyantap hidangan yang disiapkan sang ibu, di perantauan ia harus menyiapkan segala sesuatunya sendirian. "Kalau di kampung tinggal dibangunin dan makan. Di sini, sekali alarm lewat, ya sudah lewat (sahur)," ujar Guntur.
Selain itu, ia merasa suasana Ramadan di kota besar cenderung lebih individualis. Tidak ada tradisi anak muda keliling membangunkan sahur dengan ramai seperti yang biasa ia temui di Lampung. Hal ini dikarenakan tingginya rasa toleransi di lingkungannya yang heterogen.
Satu hal yang paling memicu kerinduan mendalam adalah kuliner khas Bumi Ruwa Jurai. Guntur mengungkapkan betapa sulitnya menemukan sambal rampai di Tangerang. Baginya, tanpa rampai, selera makan saat berbuka terasa ada yang kurang.
Tak hanya sambal, Guntur juga sangat fanatik dengan kopi. Untuk mengobati rasa rindu, ia selalu menyetok kopi asli Lampung di kosannya. Ia biasanya menitip kepada kerabat yang pulang kampung atau membawa sendiri saat mudik agar tidak perlu mengonsumsi kopi instan di perantauan.
Untuk menyiasati kesepian, Guntur sesekali mengadakan buka puasa bersama dengan kakak atau sepupunya yang juga merantau di daerah yang sama. Meski jauh dari orang tua, kehadiran sesama "Sanak Lampung" di tanah rantau menjadi pengobat rindu yang paling ampuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....