Hindari Makan Berlebihan saat Berbuka, Ini Cara Mengontrol Nafsu Makan

  • 27 Feb 2026 19:05 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Bulan Ramadan identik dengan ragam hidangan lezat saat waktu berbuka tiba. Namun, kebiasaan “balas dendam” setelah seharian menahan lapar dan haus kerap membuat sebagian orang makan secara berlebihan. Kondisi ini tidak hanya berisiko menyebabkan gangguan pencernaan, tetapi juga dapat memicu kenaikan berat badan dan menurunkan kualitas ibadah.

Ahli gizi mengingatkan bahwa saat berpuasa, sistem pencernaan beristirahat selama kurang lebih 12 jam. Karena itu, tubuh perlu penyesuaian secara bertahap ketika menerima asupan makanan kembali. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus dapat membuat perut kembung, begah, bahkan memicu lonjakan gula darah secara drastis.

Salah satu cara efektif untuk mengontrol nafsu makan adalah berbuka secara bertahap. Dianjurkan memulai dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma untuk mengembalikan energi secara perlahan. Setelah salat Maghrib, barulah mengonsumsi makanan utama dengan porsi seimbang.

Selain itu, penting untuk mengatur porsi makan. Menggunakan piring berukuran sedang dan mengambil makanan secukupnya dapat membantu mengendalikan jumlah asupan. Mengunyah makanan secara perlahan juga memberi waktu bagi otak untuk menerima sinyal kenyang, sehingga mencegah makan berlebihan.

Menghindari gorengan dan makanan tinggi gula secara berlebihan juga menjadi langkah bijak. Meski menggugah selera, jenis makanan tersebut cenderung membuat cepat kenyang sesaat tetapi mudah lapar kembali, serta berpotensi menambah asupan kalori secara signifikan.

Tak kalah penting, menjaga pola sahur yang baik turut memengaruhi kontrol diri saat berbuka. Sahur dengan kandungan protein, serat, dan karbohidrat kompleks membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga dorongan makan berlebihan saat berbuka dapat diminimalkan.

Ramadan sejatinya menjadi momentum melatih pengendalian diri, termasuk dalam hal makan dan minum. Dengan pola berbuka yang sehat dan terukur, umat Muslim tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga memaksimalkan nilai ibadah selama bulan suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....