Tips Sehat Jalani Puasa dari IDI Lampung: Konsumsi Real Food dan Cukup Cairan
- 23 Feb 2026 13:03 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memurnikan kembali tubuh atau detoksifikasi alami. Namun, agar manfaat puasa bisa dirasakan optimal, pola makan saat sahur dan berbuka perlu diperhatikan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung, dr. Josi Harnos, membagikan sejumlah tips menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, kunci utama ada pada pemilihan jenis makanan dan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh.
dr. Josi menjelaskan puasa adalah momentum detoksifikasi, di mana tubuh melakukan pemurnian kembali. Agar proses berjalan baik, asupan makanan harus dijaga, terutama saat sahur dan berbuka.
Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan real food, yaitu makanan yang berasal langsung dari sumbernya dan minim proses pengolahan.
"Pilih makanan yang benar-benar real food, hindari makanan instan atau makanan yang proses pembuatannya menggunakan minyak berlebihan. Makanan yang sehat akan membantu membentuk sel tubuh dan fungsi organ yang baik, meski butuh proses," ujarnya, Senin, 23 Februari 2026.
Menurutnya, saat berpuasa terjadi pembaruan sel tubuh. Jika asupan gizi tercukupi dengan baik, proses pembaruan ini akan berjalan optimal. Ia juga menyarankan memilih bahan makanan organik agar manfaatnya lebih maksimal.
| Baca juga: Inspirasi Gaya Hidup Sehat Selama Ramadan |
Selain makanan, dr. Josi menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan. Tubuh manusia terdiri dari 70 persen cairan yang terus mengalami penguapan setiap saat, baik yang terlihat maupun tidak.
"Pada saat sahur dan buka puasa, berikan cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang selama berpuasa. Tujuannya agar keseimbangan tubuh tetap terjaga," jelasnya.
Ia menjelaskan, kehilangan cairan atau water loss terjadi melalui dua cara. Visible water loss adalah cairan yang keluar melalui kencing dan keringat. Sementara invisible water loss adalah cairan yang keluar tanpa disadari, seperti melalui uap air dari napas.
"Napas kita itu mengandung uap air. Coba tempelkan ke kaca, pasti ada embunnya. Itu contoh invisible water loss yang tanpa kita sadari membuat kita kehilangan cairan," ucapnya.
Untuk menjaga tubuh tetap fit selama puasa, dr. Josi mengingatkan agar masyarakat membatasi aktivitas yang berlebihan. Dengan begitu, pengeluaran cairan bisa dikendalikan dan tubuh tetap dalam kondisi seimbang.
"Kalau bisa atur aktivitas, jangan terlalu berlebihan. Tujuannya agar tubuh tetap fit dan keseimbangan cairan terjaga selama menjalankan ibadah puasa," katanya.
Dengan menerapkan pola makan sehat dan menjaga kecukupan cairan, puasa tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga memberi manfaat kesehatan bagi tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....