Soft Tennis Lampung Siapkan Delapan Atlet Menuju PON

  • 03 Jul 2026 20:30 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung — Pengurus Provinsi Persatuan Soft Tennis Indonesia (PESTI) Lampung terus mematangkan persiapan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON dan PON 2028 NTB-NTT. Dalam audiensi bersama KONI Lampung di ruang Wakil Ketua Umum II, Riagus Ria, jajaran PESTI memaparkan sejumlah kesiapan sekaligus tantangan yang dihadapi dalam pembinaan atlet.

Ketua Umum PESTI Lampung, Mustopa Endi Saputra Hasibuan, mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan delapan atlet, terdiri dari empat putra dan empat putri. Mayoritas atlet yang dipersiapkan masih berstatus junior dan aktif bersekolah.

“Latihan kami saat ini dipusatkan di Kotabumi, Lampung Utara. Memang cukup jauh, tetapi itu menjadi pilihan karena pelatih yang memiliki lisensi dan kualitas ada di sana,” ujar Mustopa, kepada RRI, Jumat, 3 Juli 2026.

Ia menjelaskan, latihan rutin digelar dua kali dalam sepekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu. Pola tersebut dipilih karena menyesuaikan dengan aktivitas sekolah para atlet yang tetap menjadi prioritas.

Menurut Mustopa, tantangan utama soft tennis di Lampung saat ini masih berkaitan dengan fasilitas, terutama ketersediaan lapangan dan pelatih berlisensi.

Selain itu, minimnya popularitas cabang olahraga ini membuat stok atlet potensial masih terbatas.

Dalam persiapan menuju PON mendatang, PESTI Lampung memasang target realistis dengan membidik medali perak, khususnya di nomor ganda putri yang dinilai memiliki peluang besar.

Selain fokus pada prestasi, PESTI Lampung juga menyiapkan program massalisasi untuk memperkenalkan soft tennis lebih luas kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dirancang adalah menjalin kerja sama dengan dinas pendidikan dan olahraga di kabupaten/kota agar olahraga ini mulai dikenal di tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Mustopa menegaskan seluruh atlet yang dipersiapkan merupakan putra-putri asli Lampung. Menurutnya, penggunaan atlet lokal menjadi komitmen utama PESTI karena dinilai memiliki semangat dan motivasi lebih kuat dalam membawa nama daerah.

Ia juga menyoroti pentingnya regulasi perpindahan atlet antardaerah yang harus disertai rekomendasi resmi, agar tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari koordinasi awal antara PESTI Lampung dan KONI Lampung untuk memastikan kesiapan pembinaan menuju BK PON dan PON mendatang berjalan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....