Jangan Asal Masak! Ini Cara agar Nutrisi Telur Asin Tetap Terjaga

  • 31 Jul 2026 07:53 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Telur asin menjadi salah satu lauk favorit masyarakat Indonesia karena memiliki cita rasa gurih dan tekstur yang khas. Selain nikmat disantap bersama nasi hangat, telur asin juga mengandung berbagai nutrisi, seperti protein, lemak sehat, vitamin A, vitamin B12, selenium, zat besi, dan kolin yang berperan penting dalam menjaga fungsi otak serta kesehatan tubuh. Namun, proses pengolahan dan cara penyajiannya dapat memengaruhi kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Salah satu cara terbaik untuk mempertahankan kandungan gizi telur asin adalah dengan mengolahnya menggunakan metode yang minim panas berlebih. Telur asin yang dikukus atau direbus kembali dalam waktu singkat umumnya lebih mampu mempertahankan kandungan protein dan vitamin dibandingkan jika digoreng dengan minyak dalam suhu tinggi. Penggorengan yang terlalu lama juga dapat meningkatkan kandungan lemak dan kalori dari hidangan tersebut.

Selain cara memasak, penyimpanan telur asin juga perlu diperhatikan. Simpan telur asin di dalam lemari pendingin apabila tidak langsung dikonsumsi. Penyimpanan pada suhu yang tepat dapat membantu menjaga kualitas telur sekaligus memperlambat pertumbuhan bakteri. Hindari menyimpan telur asin terlalu lama pada suhu ruang, terutama setelah cangkangnya retak atau sudah dikupas, karena dapat mempercepat penurunan kualitas dan meningkatkan risiko kontaminasi.

Meski kaya nutrisi, telur asin memiliki kandungan natrium atau garam yang cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan, terutama bagi penderita hipertensi, penyakit ginjal, atau mereka yang sedang menjalani pola makan rendah garam. Agar asupan gizi tetap seimbang, padukan telur asin dengan sayuran, buah-buahan, serta sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang rebus, sehingga kebutuhan nutrisi harian dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Bagi masyarakat yang menyukai telur asin, memperhatikan porsi juga menjadi hal yang penting. Mengonsumsi satu butir telur asin sesekali sebagai lauk masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi kebanyakan orang. Namun, mengimbanginya dengan pola hidup aktif, rutin berolahraga, dan mengurangi makanan tinggi garam lainnya akan membantu menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah tetap stabil.

Pada akhirnya, telur asin tetap dapat menjadi pilihan lauk yang lezat sekaligus bernutrisi apabila dikonsumsi dengan bijak. Memilih metode memasak yang tepat, menyimpan telur dengan benar, serta mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar merupakan langkah sederhana untuk menjaga kandungan gizinya sekaligus memperoleh manfaat kesehatan secara optimal. Dengan pola makan yang seimbang, makanan favorit pun tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....