Abu Vulkanik Anak Krakatau Berbahaya bagi Kesehatan, Warga Diminta Waspada

  • 06 Sep 2026 20:42 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung perlu diwaspadai masyarakat, terutama terhadap paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.

Melansir World Health Organization (WHO), erupsi gunung api dapat menimbulkan berbagai ancaman kesehatan. Abu vulkanik yang terhirup dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan, sementara paparan abu juga dapat memicu iritasi pada mata dan kulit. WHO juga menyebut paparan abu dan gas vulkanik dapat berkaitan dengan penyakit pernapasan akut maupun kronis.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyatakan menghirup abu dan gas vulkanik dapat membahayakan kesehatan. Dampaknya antara lain iritasi mata dan saluran pernapasan, batuk, hingga kesulitan bernapas. Kelompok seperti anak-anak, penderita asma, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau jantung termasuk yang lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan.

CDC juga mengimbau masyarakat sebisa mungkin berada di dalam ruangan ketika terjadi hujan abu, dengan menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Jika harus berada di luar ruangan atau membersihkan abu, penggunaan respirator seperti N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel abu yang terhirup.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan pelindung mata dan pakaian yang menutup kulit untuk mengurangi risiko iritasi akibat paparan abu vulkanik.

Dalam panduan kesehatan terkait erupsi gunung api, WHO juga menjelaskan bahwa debu vulkanik dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan, termasuk batuk dan pada kondisi lebih berat dapat disertai sesak napas dan nyeri dada.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu erupsi Gunung Anak Krakatau diminta mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah serta petugas terkait.

Warga yang mengalami sesak napas, batuk berat atau berkepanjangan, nyeri dada, maupun iritasi mata yang tidak membaik disarankan segera mendapatkan pertolongan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....