Bahaya Merokok bagi Anak Remaja yang Mengganggu Tumbuh Kembangnya

  • 07 Jun 2026 07:50 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Merokok bukan hanya kebiasaan buruk bagi orang dewasa, tetapi memiliki dampak yang jauh lebih berbahaya jika menyangkut anak-anak—baik yang merokok secara langsung maupun yang hanya menghirup asap rokok orang lain. Tubuh anak-anak masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, sehingga jauh lebih rentan terhadap zat-zat beracun yang terkandung dalam rokok. Bahaya ini bisa muncul dalam jangka pendek maupun panjang, bahkan memengaruhi kualitas hidup mereka hingga dewasa nanti.

Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin P. Octavianus, menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi fokus utama dalam pengendalian tembakau di Indonesia, terutama pada kelompok usia muda yang rentan mulai merokok. Menurutnya, gerakan ini harus masuk ke lingkungan sekolah secara masif, bahkan dipertimbangkan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal agar anak-anak mendapatkan pemahaman yang berkelanjutan.

"Kalau kita tahu usianya 14 tahun [mulai merokok], maka gerakan ini harus dimulai di SMP secara masif," kata Wamenkes Benny. Ia menilai, edukasi kesehatan perlu diberikan secara ilmiah agar anak-anak dan remaja memahami dampak merokok terhadap kesehatan sejak dini.

Rokok mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya, di antaranya 250 jenis bersifat racun dan setidaknya 70 jenis dapat menyebabkan kanker. Zat utama yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, karbon monoksida, dan berbagai logam berat. Ketika zat ini masuk ke tubuh anak, mereka dapat merusak organ-organ vital yang masih berkembang.

Anak yang mulai merokok sejak usia dini menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan orang yang mulai merokok saat dewasa:

  • Gangguan pertumbuhan paru-paru: Paru-paru anak tidak dapat berkembang secara maksimal, sehingga kapasitasnya berkurang seumur hidup. Mereka lebih mudah terserang batuk, pilek, bronkitis, hingga asma yang sering kambuh.
  • Gangguan jantung dan peredaran darah: Zat karbon monoksida mengurangi jumlah oksigen yang dibawa darah, sehingga jantung bekerja lebih berat dan berisiko mengalami gangguan sejak dini.
  • Gangguan kecerdasan dan konsentrasi: Nikotin memengaruhi perkembangan otak anak, sehingga mereka sulit berkonsentrasi, daya ingat menurun, dan prestasi belajar di sekolah bisa terganggu.
  • Kecanduan yang sulit dihilangkan: Anak-anak memiliki sistem saraf yang lebih peka terhadap nikotin, sehingga mereka lebih cepat kecanduan dan sulit berhenti merokok saat dewasa.
  • Gangguan fisik lainnya: Gigi menguning, bau mulut tidak sedap, nafsu makan menurun, dan risiko terkena berbagai penyakit serius di masa depan seperti kanker paru-paru dan gangguan reproduksi.

    Melindungi anak dari bahaya rokok adalah hak setiap anak dan tanggung jawab kita bersama. Udara yang bersih dan bebas asap rokok adalah kebutuhan dasar agar mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, dan mencapai masa depan yang cerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....