Anak Rentan Sakit akibat Krisis Iklim, Ini yang Harus Dilakukan
- 27 Agt 2026 17:05 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung : Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi krisis kesehatan global yang nyata. Kelompok anak-anak menjadi pihak yang paling rentan terdampak dari perubahan kondisi ekosistem dan cuaca ekstrem saat ini.
Praktisi kesehatan anak, dr. Ardi Santoso, mengingatkan bahwa anak-anak menanggung risiko kesehatan akibat krisis iklim yang jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa. Hal ini dikarenakan organ vital seperti paru-paru, otak, dan sistem kekebalan tubuh anak masih berada dalam tahap perkembangan.
"Anak bukan orang dewasa versi kecil. Mereka bernapas lebih banyak dibanding ukuran tubuhnya, lebih mudah terdampak panas ekstrem, serta lebih rentan terhadap polusi dan asap," terang dr. Ardi dalam unggahan edukasi kesehatannya melalui akun instagram nya @ardisantoso.
Ia menambahkan, krisis iklim mengubah kondisi dan pola penyebaran penyakit infeksi. Perubahan suhu, kelembapan, dan curah hujan memengaruhi habitat nyamuk serta sebaran patogen. Hal inilah yang membuat anak-anak menjadi lebih sering mengalami batuk-pilek, dehidrasi, hingga alergi berulang.
Menghadapi fenomena ini, dr. Ardi menekankan pentingnya climate literacy (literasi iklim) bagi orang tua dan institusi pendidikan. Orang tua dan pihak sekolah diimbau untuk tidak abai terhadap kondisi cuaca sebelum mengajak anak beraktivitas di luar ruangan.
Beberapa langkah adaptasi yang disarankan meliputi:
- Mengecek Kualitas Udara dan Suhu: Membiasakan diri memantau prakiraan cuaca dan indeks kualitas udara sebelum anak berangkat sekolah atau beraktivitas outdoor.
- Menerapkan Budaya Pencegahan: Mengajarkan etika batuk, kebiasaan cuci tangan, dan tidak merundung atau menertawakan anak yang memilih memakai masker saat sedang sakit.
- Fasilitas Sekolah yang Adaptif (Climate-Ready): Sekolah diharapkan menyediakan ventilasi udara yang baik, tempat berteduh, akses air minum yang cukup, serta protokol khusus saat cuaca ekstrem.
Kesadaran dan kesiapan adaptasi dari orang tua maupun lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam melindungi tumbuh kembang anak dari ancaman kesehatan di tengah krisis iklim yang terus berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....