Merokok Pasif: Ancaman Tak Terlihat yang Mengintai Kesehatan Kita Semua
- 21 Jul 2026 09:45 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandar Lampung - Banyak orang menyangka bahwa bahaya rokok hanya mengancam mereka yang menyalakan dan menghisapnya secara langsung. Padahal, asap rokok yang menyebar di udara—yang kemudian terhirup oleh orang di sekitarnya—jauh lebih berbahaya. Inilah yang disebut sebagai merokok pasif, yaitu terhirupnya asap rokok dari perokok aktif maupun asap yang keluar dari ujung batang rokok yang menyala. Asap ini mengandung lebih dari 7.000 zat kimia, di mana ratusan jenisnya beracun dan setidaknya 70 jenis lainnya terbukti sebagai penyebab kanker.
Siapa pun yang berada di ruangan atau lingkungan yang sama dengan perokok rentan terkena dampaknya. Namun, kelompok yang paling rentan menderita kerusakan serius adalah bayi, anak-anak, ibu hamil, orang lanjut usia, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun gangguan pernapasan. Tubuh mereka belum siap atau sudah tidak kuat melawan racun yang masuk secara perlahan lewat udara yang dihirup sehari-hari.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, "Target kita bukan hanya membuat masyarakat hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih sehat. Karena itu, kita harus mengendalikan faktor-faktor risiko utama penyebab penyakit, salah satunya adalah merokok."
Ia mengingatkan bahwa penyakit stroke, jantung, dan kanker masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Ketiga penyakit tersebut memiliki hubungan yang kuat dengan kebiasaan merokok.
"Kalau ingin hidup lebih panjang, ingin tetap sehat sampai usia lanjut dan bisa menikmati waktu bersama anak cucu, berhentilah merokok. Dampaknya bukan hanya kepada perokok, tetapi juga kepada anggota keluarga yang menjadi perokok pasif," katanya.
Dampak merokok pasif tidak bisa dianggap remeh, mulai dari gangguan ringan hingga penyakit yang mengancam nyawa:
- Pada saluran pernapasan: Memicu asma, bronkitis, radang paru-paru, hingga penurunan fungsi paru-paru secara permanen.
- Pada jantung dan pembuluh darah: Meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah.
- Kanker: Meningkatkan kemungkinan terkena kanker paru-paru, kanker payudara, hingga kanker tenggorokan.
- Khusus anak-anak: Sering mengalami batuk-batuk, pilek berulang, gangguan pendengaran, hingga risiko Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi.
- Khusus ibu hamil: Bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur, hingga gangguan perkembangan janin.
Kita tidak bisa sepenuhnya menghindari keberadaan perokok, namun bisa mengambil langkah nyata untuk melindungi diri:
- Tegaskan dengan sopan agar tidak merokok di ruangan tertutup, kendaraan pribadi, maupun fasilitas umum.
- Dukung aturan bebas asap rokok di sekolah, tempat kerja, dan lingkungan tempat tinggal.
- Jauhi area yang biasa digunakan untuk merokok.
- Bantu berikan pemahaman kepada perokok bahwa kebiasaan mereka turut mengancam kesehatan orang-orang yang mereka sayangi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....