Air Kemasan Terpapar Matahari, Berbahayakah? Ini Penjelasannya

  • 15 Agt 2026 13:32 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebiasaan menyimpan botol Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di dalam mobil yang terparkir atau membiarkannya terpapar sinar matahari langsung sering kali memicu kekhawatiran masyarakat. Lantas, apakah air kemasan yang terkena panas matahari secara otomatis berbahaya bagi kesehatan?

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@ardisantoso), dokter spesialis anak, dr. Ardi Santoso, memberikan penjelasan berbasis bukti ilmiah terkait penanganan dan penyimpanan botol minum kemasan berbasis plastik.

Pelepasan Zat (Leaching/Migrasi)

Dalam unggahan Instagram tersebut, dr. Ardi menjelaskan bahwa kemasan plastik, terutama berbahan Polyethylene Terephthalate (PET), memang dapat melepaskan senyawa ke dalam air (leaching/migrasi). Tingkat pelepasan zat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingginya suhu, durasi paparan sinar ultraviolet (UV), lama penyimpanan, hingga kondisi fisik kemasan.

"Semakin tinggi suhu dan makin lama terpapar sinar matahari, makin besar kemungkinan terjadinya migrasi senyawa seperti antimony (Sb), acetaldehyde, oligomer PET, maupun senyawa lainnya (NIAS)," tulis dr. Ardi dalam unggahan edukasinya di Instagram. Namun, ia menekankan bahwa proses migrasi zat ini tidak serta-merta langsung membahayakan kesehatan manusia secara drastis.

Penjelasan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO, FDA, & CDC)

Merujuk pada penjelasan yang ia bagikan di Instagram terkait pandangan lembaga kesehatan internasional, dr. Ardi memaparkan beberapa fakta penting:

  • WHO (World Health Organization): Meskipun mikroplastik memang ditemukan pada air minum, WHO menyatakan bahwa saat ini belum ada bukti yang cukup bahwa kadar mikroplastik dalam air minum menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia. WHO pun mendorong studi dan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
  • FDA (Food and Drug Administration): Senada dengan WHO, FDA menyebut bukti ilmiah saat ini belum menunjukkan kadar mikroplastik/nanoplastik pada air minum memicu masalah kesehatan, meski FDA tetap memantau riset terbarunya.
  • CDC (Centers for Disease Control and Prevention): Air kemasan komersial pada dasarnya telah memenuhi standar keamanan, namun tetap berisiko terkontaminasi jika proses penanganan dan penyimpanannya tidak tepat.

Tips Penyimpanan Botol Air Kemasan yang Benar

Oleh karena itu, dr. Ardi mengingatkan di akun Instagram-nya bahwa tata cara penyimpanan yang tepat tetap memegang peranan penting untuk menjaga kualitas air. Berikut panduan penyimpanan AMDK yang ia sarankan:

  1. Simpan air kemasan di tempat yang sejuk.
  2. Hindari paparan sinar matahari langsung.
  3. Hindari membiarkan botol di area bersuhu tinggi (seperti dalam kabin mobil yang terparkir terik).
  4. Jangan memanaskan botol plastik PET sekali pakai.
  5. Hindari menggunakan ulang (reuse) botol sekali pakai dalam jangka waktu yang terlalu lama.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....