Emosi Memuncak? Coba Teknik Napas Ini agar Tenang
- 13 Agt 2026 14:55 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Emosi yang meningkat, rasa grogi, hingga jantung berdebar dapat muncul ketika tubuh menghadapi tekanan. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menenangkan tubuh adalah mengatur pola pernapasan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Cecep Hermawan, membagikan teknik pernapasan yang dapat dipraktikkan ketika emosi mulai meningkat atau rasa tegang muncul secara tiba-tiba. Melalui instagram resmi @cecephermawann, ia menjelaskan bahwa, teknik tersebut merupakan adaptasi dari Sitkari Pranayama, salah satu teknik pernapasan dalam yoga.
Polanya dibuat sederhana agar lebih mudah dilakukan dalam aktivitas sehari-hari. Dr. Cecep menyarankan menarik napas melalui sela gigi selama empat detik, menahannya selama dua detik, kemudian mengembuskan napas melalui hidung selama enam detik.
Pola tersebut dapat diulangi sekitar lima hingga delapan kali atau sampai tubuh terasa lebih tenang.
“Tarik lewat sela gigi empat detik, tahan dua detik, buang lewat hidung enam detik. Perut mengembang saat menarik dan mengempis saat membuang napas,” ujar dr. Cecep dalam unggahan video di media sosialnya.
Ia menekankan, teknik tersebut perlu dilakukan dengan pernapasan diafragma atau pernapasan perut, bukan hanya mengembangkan dada. Untuk memastikannya, satu tangan dapat diletakkan di dada dan tangan lainnya di perut.
Saat menarik napas, gerakan yang lebih terasa seharusnya berada pada bagian perut. Menurut dr. Cecep, durasi mengembuskan napas yang lebih panjang dibandingkan menarik napas menjadi salah satu bagian penting dari teknik tersebut.
Saat menarik napas, denyut jantung dapat sedikit meningkat. Sementara ketika mengembuskan napas, sistem saraf parasimpatik yang berkaitan dengan kondisi relaksasi dapat membantu tubuh kembali lebih tenang.
“Semakin panjang buangannya dibanding tarikan, semakin kuat sinyal aman yang dikirim ke tubuh,” jelasnya.
Ia juga menyarankan masyarakat mengambil jarak sejenak dari sumber pemicu emosi. Pengaturan napas akan lebih efektif jika tubuh tidak terus berada dalam situasi yang memicu tekanan.
Jika berada di tempat umum dan merasa tidak nyaman bernapas melalui sela gigi, teknik tersebut dapat disesuaikan dengan menarik napas melalui hidung dan mengembuskannya secara perlahan melalui mulut. Meski dapat membantu meredakan ketegangan sesaat, dr. Cecep mengingatkan teknik pernapasan bukan pengganti penanganan medis untuk keluhan yang berlangsung terus-menerus.
Jika jantung berdebar, kecemasan atau keluhan fisik lainnya sering terjadi maupun terasa berat, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....