Apa yang Terjadi pada Otak saat Kita Melamun?

  • 31 Jul 2026 07:54 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pernahkah Anda tiba-tiba menyadari bahwa pikiran sedang "mengembara" saat bekerja, belajar, atau bahkan ketika sedang berbincang dengan orang lain? Kondisi ini dikenal sebagai melamun atau mind wandering. Meski sering dianggap sebagai tanda kurang fokus, melamun sebenarnya merupakan proses yang normal dan dialami hampir setiap orang. Para peneliti bahkan memperkirakan bahwa pikiran manusia dapat mengembara hampir setengah dari waktu saat sedang terjaga.

Saat seseorang melamun, otak ternyata tidak benar-benar beristirahat. Sebaliknya, beberapa bagian otak justru menjadi lebih aktif, terutama jaringan yang disebut default mode network (DMN). Jaringan ini berperan ketika seseorang tidak sedang fokus pada tugas tertentu, misalnya saat mengenang masa lalu, membayangkan masa depan, atau memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa otak tetap bekerja meski perhatian sedang tidak tertuju pada lingkungan sekitar.

Melamun juga memiliki manfaat jika terjadi dalam kadar yang wajar. Ketika pikiran mengembara, otak dapat menyusun kembali informasi yang telah diterima, menghubungkan berbagai ide, serta memunculkan solusi terhadap suatu masalah. Tidak sedikit orang yang mendapatkan inspirasi atau ide kreatif saat sedang berjalan santai, mandi, atau melakukan aktivitas rutin yang tidak membutuhkan konsentrasi tinggi. Inilah sebabnya melamun sering dikaitkan dengan munculnya kreativitas.

Namun, melamun juga memiliki sisi yang perlu diperhatikan. Jika terjadi saat melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus penuh, seperti mengemudi, mengoperasikan mesin, atau menyeberang jalan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, melamun yang terlalu sering hingga mengganggu pekerjaan, belajar, atau aktivitas sehari-hari juga dapat menurunkan produktivitas dan membuat seseorang sulit menyelesaikan tugas dengan baik.

Agar pikiran tetap fokus saat dibutuhkan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Misalnya, mengatur waktu istirahat secara berkala, tidur yang cukup, mengurangi gangguan dari ponsel, serta melatih kesadaran penuh atau mindfulness. Dengan menjaga keseimbangan antara waktu untuk fokus dan waktu bagi otak untuk beristirahat, kemampuan berpikir dan berkonsentrasi dapat tetap terjaga.

Pada akhirnya, melamun bukanlah kebiasaan yang selalu buruk. Dalam kondisi tertentu, aktivitas ini justru membantu otak mengolah informasi, meningkatkan kreativitas, dan merencanakan berbagai hal. Namun, penting untuk mengetahui kapan saatnya membiarkan pikiran mengembara dan kapan harus kembali memusatkan perhatian. Dengan memahami cara kerja otak, kita dapat memanfaatkan momen melamun secara lebih bijak tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....