Mitos dan Fakta Tentang Masuk Angin

  • 28 Jul 2026 11:48 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Istilah "masuk angin" sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Keluhan seperti badan pegal, perut kembung, meriang, mual, hingga sering bersendawa kerap disebut sebagai tanda masuk angin. Namun, dalam dunia medis, masuk angin sebenarnya bukanlah sebuah diagnosis penyakit. Istilah ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti kelelahan, infeksi virus, gangguan pencernaan, atau perubahan cuaca.

Salah satu mitos yang paling sering dipercaya adalah angin yang masuk ke dalam tubuh menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut. Faktanya, tubuh manusia tidak bisa "kemasukan angin" seperti yang dibayangkan. Rasa tidak nyaman yang muncul biasanya berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Misalnya, perut terasa kembung karena adanya penumpukan gas di saluran pencernaan, sedangkan meriang dan badan pegal dapat menjadi tanda tubuh sedang melawan infeksi virus atau mengalami kelelahan.

Mitos lainnya adalah kerokan dapat menyembuhkan masuk angin. Faktanya, kerokan memang dapat memberikan rasa hangat dan nyaman pada sebagian orang sehingga keluhan pegal terasa berkurang. Sensasi hangat tersebut berasal dari meningkatnya aliran darah di permukaan kulit, bukan karena "mengeluarkan angin" dari dalam tubuh. Kerokan tidak mengobati penyebab penyakit yang mendasarinya, sehingga bila gejala berlangsung lama atau semakin berat, pemeriksaan ke tenaga kesehatan tetap diperlukan.

Banyak juga yang menganggap masuk angin selalu disebabkan oleh kehujanan atau terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Faktanya, udara dingin memang dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman atau memicu penyempitan pembuluh darah, tetapi bukan penyebab langsung seseorang jatuh sakit. Risiko sakit justru meningkat ketika daya tahan tubuh menurun atau seseorang terpapar virus dan bakteri penyebab penyakit.

Untuk mencegah keluhan yang sering disebut masuk angin, langkah terbaik adalah menjaga kondisi tubuh tetap prima. Istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, berolahraga secara teratur, serta mencuci tangan dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Bila tubuh mulai terasa kurang fit, sebaiknya kurangi aktivitas berat dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.

Pada akhirnya, memahami perbedaan antara mitos dan fakta mengenai masuk angin dapat membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat ketika mengalami keluhan. Tidak semua gejala dapat dianggap sebagai masuk angin biasa. Apabila disertai demam tinggi, sesak napas, muntah terus-menerus, nyeri dada, atau keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, kondisi yang lebih serius dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....