Diabetes pada Remaja, Ancaman Kesehatan di Usia Pertumbuhan

  • 01 Jun 2026 21:16 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Selama ini banyak orang menganggap bahwa penyakit diabetes atau kencing manis hanya menyerang orang dewasa atau lansia. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa kasus diabetes pada remaja dan anak-anak mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan pola makan, gaya hidup kurang gerak, dan faktor genetik menjadi alasan utama mengapa penyakit ini kini mulai mengancam generasi muda. Memahami apa itu diabetes pada remaja, apa penyebabnya, serta bagaimana cara menanganinya sangat penting agar komplikasi serius dapat dicegah sejak dini.

Dikutip dari laman Kemenkes.go.ig, penyakit diabetes tipe 2 yang dahulu identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai mengancam generasi muda. Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa kasus diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia remaja, bahkan pada anak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia menyoroti kebiasaan generasi muda saat ini yang minim aktivitas fisik, tingginya durasi layar (screen time), kurang tidur, hingga konsumsi gula dan makanan ultra-proses yang berlebihan. Selain itu, tekanan mental yang dihadapi remaja masa kini turut memperburuk kondisi tersebut. Ironisnya, diabetes tipe 2 pada remaja cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa.


Apa Itu Diabetes pada Remaja?


Diabetes adalah penyakit kronis di mana kadar gula darah dalam tubuh menjadi terlalu tinggi karena tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan hormon insulin dengan baik. Pada remaja, penyakit ini umumnya terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Diabetes Tipe 1: Biasanya muncul sejak masa kanak-kanak atau remaja. Penyebabnya adalah sistem kekebalan tubuh yang menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas. Akibatnya, tubuh kekurangan insulin dan gula tidak bisa masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi. Jenis ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan bukan disebabkan oleh pola makan.
  • Diabetes Tipe 2: Dulu jarang terjadi pada remaja, namun sekarang kasusnya melonjak tajam. Pada jenis ini, tubuh masih memproduksi insulin, tetapi sel-sel tubuh tidak meresponsnya dengan baik (resistensi insulin). Penyebab utamanya adalah kelebihan berat badan atau obesitas, pola makan buruk, dan kurangnya aktivitas fisik.

Penyebab dan Faktor Risiko


Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko seorang remaja terkena diabetes, antara lain:

  1. Pola Makan Tidak Sehat: Konsumsi berlebihan makanan tinggi gula, makanan instan, minuman bersoda, dan makanan tinggi lemak jenuh.
  2. Kurang Aktivitas Fisik: Kebiasaan duduk terlalu lama, sering bermain gawai, dan jarang berolahraga membuat pembakaran energi dalam tubuh tidak maksimal.
  3. Faktor Genetik: Memiliki orang tua atau kerabat dekat yang menderita diabetes meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
  4. Berat Badan Berlebih: Lemak tubuh yang berlebih, terutama di area perut, dapat membuat sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.
  5. Perubahan Hormon: Masa remaja adalah masa perubahan hormon yang besar, yang dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan insulin.

Gejala yang Sering Muncul


Gejala diabetes pada remaja sering kali berkembang perlahan sehingga sering tidak disadari. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Sering merasa haus berlebihan meskipun sudah banyak minum.
  • Lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Selalu merasa lelah dan lemas, meskipun sudah cukup istirahat.
  • Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab yang jelas.
  • Luka sulit sembuh dan kulit sering terasa gatal.
  • Pandangan mata menjadi kabur.
  • Napas berbau seperti buah atau aroma manis.

Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dampak Buruk Bagi Kesehatan Remaja


Jika tidak terdeteksi dan tidak dikendalikan dengan baik, diabetes pada remaja dapat menimbulkan komplikasi serius di masa depan, seperti:

  • Kerusakan pembuluh darah yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke.
  • Kerusakan ginjal hingga gagal ginjal.
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan.
  • Kerusakan saraf yang menyebabkan rasa kesemutan atau mati rasa pada kaki dan tangan.
  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun seksual.
  • Gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi karena harus beradaptasi dengan penyakit kronis.

Cara Pencegahan dan Pengendalian


Meskipun diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah, diabetes tipe 2 sebagian besar dapat dihindari atau dikendalikan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Perbaiki Pola Makan: Kurangi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan sumber protein sehat. Hindari minuman manis dan makanan kemasan.
  2. Tingkatkan Aktivitas Fisik: Remaja disarankan berolahraga setidaknya 60 menit setiap hari. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang sangat membantu membakar gula darah.
  3. Jaga Berat Badan Ideal: Menjaga berat badan agar tetap sehat adalah cara paling efektif mencegah diabetes tipe 2.
  4. Pendidikan Kesehatan: Remaja perlu diajarkan mengenai bahaya penyakit ini dan pentingnya gaya hidup sehat sejak dini.
  5. Pemantauan Rutin: Bagi yang sudah terdiagnosis diabetes, pemeriksaan gula darah rutin, konsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan kontrol ke dokter spesialis sangat wajib dilakukan.
Diabetes pada remaja bukan lagi sekedar isu medis kecil, melainkan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Penyakit ini dapat mengganggu masa pertumbuhan dan kualitas hidup anak di masa depan. Oleh karena itu, peran orangtua, dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mendukung gaya hidup sehat bagi para remaja. Deteksi dini dan perubahan pola hidup adalah kunci utama agar remaja Indonesia bisa tumbuh sehat, cerdas, dan tertindar dari ancaman penyakit kronis ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....