Jaga Emosi untuk Cegah Gangguan Irama Jantung sejak Dini

  • 27 Jul 2026 07:29 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebiasaan meluapkan amarah secara berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung atau aritmia. Risiko ini lebih besar dialami oleh orang yang memiliki penyakit jantung maupun faktor risiko kardiovaskular.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bobby Arfhan Anwar, menjelaskan saat seseorang marah, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan noradrenalin. Kondisi tersebut menyebabkan denyut jantung meningkat, tekanan darah naik, serta memicu gangguan pada sistem kelistrikan jantung.

Melalui instagram resmi @dr.bobbyjantung, ia menyampaikan, bahwa lonjakan hormon stres dapat memicu aritmia, terutama pada penderita penyakit jantung, hipertensi, gangguan elektrolit, maupun individu yang memiliki kerentanan terhadap gangguan irama jantung.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan ledakan emosi dapat memicu fibrilasi atrium, takikardia ventrikel, hingga henti jantung mendadak pada sebagian orang. Hal itu terjadi akibat meningkatnya aktivitas saraf simpatis yang mengganggu impuls listrik pada otot jantung.

Untuk mengurangi risiko tersebut, dr. Bobby mengimbau masyarakat mengelola emosi dengan mengenali pemicu kemarahan dan memberi jeda sebelum bereaksi. Cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain menghitung hingga 10 atau meninggalkan situasi yang memicu emosi.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat juga menjadi langkah penting. Masyarakat dianjurkan tidur cukup, berolahraga dengan intensitas sedang sedikitnya 150 menit setiap pekan, serta melakukan teknik relaksasi seperti latihan pernapasan.

Ia juga menyarankan membatasi konsumsi kafein dan alkohol, menghindari rokok, serta mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, terutama bagi penderita penyakit jantung. Apabila mengalami jantung berdebar, pusing, hampir pingsan, atau pingsan setelah marah, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter agar memperoleh penanganan sedini mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....