Sering Bangun tengah Malam, Pahami Siklus Tidur Tubuh Anda
- 06 Jul 2026 15:40 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Terbangun di tengah malam lalu kesulitan untuk tidur kembali merupakan kondisi yang cukup sering dialami banyak orang. Menurut pakar kesehatan tidur, kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan mekanisme alami tubuh selama siklus tidur berlangsung.
Sleep coach bersertifikat sekaligus praktisi Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Vishal Dasani, menjelaskan bahwa pada awal malam tubuh memiliki dorongan tidur atau sleep pressure yang masih tinggi. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah terlelap ketika pertama kali berbaring.
Namun, setelah beberapa jam tidur, sebagian kebutuhan istirahat tubuh telah terpenuhi sehingga tekanan tidur mulai berkurang. Akibatnya, ketika seseorang terbangun di tengah malam, tubuh tidak lagi memiliki dorongan tidur sekuat saat awal tidur.
Selain itu, ritme sirkadian tubuh secara bertahap mulai mengarah pada fase bangun. Menjelang pagi, kadar hormon melatonin yang membantu proses tidur mulai menurun, sementara hormon kortisol yang berperan meningkatkan kewaspadaan perlahan meningkat.
“Melatonin mulai turun, kortisol mulai naik menjelang pagi, dan tidur menjadi lebih ringan. Tapi, yang sering bikin makin sulit tidur lagi adalah setelah bangun otak mulai berpikir, ‘Kenapa saya bangun lagi ya? Besok gimana? Kalau tidur sekarang masih dapat berapa jam ya?’,” ujarnya melalui akun instagram @vishal.dasani.
Vishal menambahkan, faktor lain yang sering memperburuk kondisi tersebut adalah munculnya pikiran berlebihan setelah terbangun. Kekhawatiran seperti memikirkan sisa waktu tidur atau kondisi tubuh keesokan harinya justru memicu sistem kewaspadaan tubuh menjadi lebih aktif.
Ketika sistem kewaspadaan meningkat, otak menganggap tubuh perlu tetap siaga. Akibatnya, upaya untuk kembali tidur menjadi semakin sulit meskipun rasa lelah masih dirasakan.
Karena itu, Vishal mengimbau masyarakat untuk tidak panik ketika terbangun di tengah malam. Menjaga pikiran tetap tenang dan tidak terlalu fokus pada kekhawatiran terkait waktu tidur dapat membantu tubuh lebih mudah kembali memasuki fase istirahat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....