Mengapa Banyak Orang Merasa Lelah Padahal Tidak Banyak Aktivitas?

  • 18 Jun 2026 19:11 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung Rasa lelah umumnya dikaitkan dengan aktivitas fisik yang padat. Namun, tidak sedikit orang yang mengaku tetap merasa capek meski seharian tidak melakukan pekerjaan berat. Fenomena ini semakin sering ditemui di tengah gaya hidup modern yang dipenuhi aktivitas digital dan paparan informasi yang nyaris tanpa henti.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa kelelahan tidak selalu berasal dari aktivitas fisik. Pikiran yang terus bekerja, tekanan pekerjaan, masalah pribadi, hingga kebiasaan terus-menerus terhubung dengan media sosial dapat menguras energi seseorang tanpa disadari. Akibatnya, tubuh terasa lemas meskipun tidak banyak bergerak sepanjang hari.

Menurut sejumlah penelitian, otak menghabiskan energi dalam jumlah besar untuk memproses informasi, mengambil keputusan, dan merespons berbagai rangsangan yang diterima setiap hari. Notifikasi yang terus muncul, arus informasi yang tidak berhenti, serta tuntutan untuk selalu responsif membuat banyak orang mengalami kelelahan mental. Kondisi ini sering ditandai dengan sulit berkonsentrasi, mudah lupa, kehilangan motivasi, dan munculnya rasa lelah yang berkepanjangan.

Selain faktor mental, pola hidup yang kurang aktif juga dapat berkontribusi terhadap munculnya rasa lelah. Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di depan komputer atau telepon genggam. Meski terlihat tidak menguras tenaga, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi sirkulasi darah, menurunkan kebugaran tubuh, dan membuat seseorang merasa lesu.

Kualitas tidur juga menjadi faktor penting. Tidur dalam durasi yang cukup belum tentu memberikan manfaat maksimal apabila kualitasnya buruk. Kebiasaan bermain gawai sebelum tidur, konsumsi kafein pada malam hari, atau jadwal tidur yang tidak teratur dapat mengganggu proses pemulihan tubuh. Akibatnya, seseorang tetap merasa lelah saat bangun di pagi hari meskipun telah tidur selama berjam-jam.

Para ahli juga mengingatkan bahwa rasa lelah yang berlangsung terus-menerus tidak boleh dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan masalah kesehatan seperti anemia, gangguan hormon tiroid, diabetes, hingga gangguan kecemasan dan depresi. Karena itu, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan apabila rasa lelah berlangsung dalam waktu lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk menjaga energi tubuh, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta meluangkan waktu untuk beristirahat dari paparan layar dan media sosial. Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan terkoneksi, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Fenomena kelelahan tanpa aktivitas berat menunjukkan bahwa tubuh manusia tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dilakukan secara fisik, tetapi juga oleh apa yang dialami dan diproses oleh pikiran. Oleh karena itu, mengenali sumber kelelahan menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup di era modern.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....