Melebihi Batas Kemenkes! Ini Deretan Makanan 'Sehat' yang ternyata Tinggi Gula

  • 27 Jun 2026 20:31 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung : Tren menjalani gaya hidup sehat kini kian digandrungi masyarakat urban. Banyak warga mulai membatasi konsumsi makanan manis, menghindari donat, hingga mengurangi takaran gula pada kopi harian. Namun, banyak yang tidak menyadari adanya ancaman "Hidden Sugar" atau gula tersembunyi yang kerap mengecoh konsumen.

Gula tersembunyi merupakan pemanis tambahan yang disisipkan ke dalam makanan atau minuman olahan. Rasanya sering kali tidak terlalu manis karena telah tersamarkan oleh rasa gurih, asam, atau tertutup oleh klaim label "rendah lemak" dan "sehat".

Seorang warga Bandar Lampung, Amanda (32), mengaku terkejut saat mengetahui bahwa menu sarapan praktis yang biasa ia berikan kepada anaknya justru tinggi kadar gula.

"Hampir setiap pagi saya sediakan sereal dan jus buah kotak untuk anak sebelum sekolah, karena pikirnya itu praktis dan sehat. Setelah tahu kalau jus kemasan itu gulanya hampir sama dengan minuman bersoda, tentu saya jadi khawatir," ujar Amanda kepada RRI, Sabtu (27/6/2026).

Selain jus buah kemasan dan sereal, beberapa produk harian seperti yogurt varian rasa, granola, bahkan saus tomat dan saus sambal juga menjadi penyumbang terbesar hidden sugar. Dua sendok makan saus tomat, misalnya, dapat mengandung hingga satu sendok teh gula tambahan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sendiri telah memberikan batasan aman konsumsi gula per orang, yaitu maksimal 50 gram per hari atau setara dengan 4 sendok makan. Tanpa kejelian membaca kemasan, batasan ini sangat mudah terlampaui dan dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang seperti obesitas, kelelahan kronis (sugar crash), hingga risiko diabetes tipe 2.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih cerdas dalam membaca tabel informasi nilai gizi pada kemasan produk. Produsen makanan jarang menuliskan kata "gula" secara langsung, melainkan menggunakan nama-nama ilmiah atau samaran. Beberapa di antaranya yang perlu diwaspadai adalah Maltodextrin, High Fructose Corn Syrup (HFCS), Sukrosa, Glukosa, Dekstrosa, hingga Konsentrat Sari Buah.

Langkah terbaik untuk menghindari perangkap gula tersembunyi ini adalah dengan beralih mengonsumsi makanan utuh (whole foods) seperti buah segar langsung, serta memprioritaskan pengolahan masakan sendiri di rumah agar takaran pemanis dapat dikontrol sepenuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....