Fenomena Liburan Demi Kesehatan Mental

  • 26 Mei 2026 12:49 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.Co.ID, Bandarlampung - Belakangan ini, kata “healing” sering banget dipakai anak muda. Baru capek kerja, tugas numpuk, atau habis kena masalah sedikit, langsung muncul kalimat, “Kayaknya gue butuh healing.” Fenomena ini akhirnya jadi bagian dari gaya hidup generasi sekarang.

Secara psikologis, healing sebenarnya berarti proses pemulihan mental dan emosional. Banyak anak muda memilih jalan-jalan, nongkrong, mendengarkan musik, atau menikmati suasana alam untuk mengurangi stres dan mengembalikan energi setelah rutinitas yang melelahkan.

Namun media sosial juga ikut memengaruhi tren ini. Healing sering digambarkan sebagai liburan estetik ke pantai, gunung, atau café mahal. Akibatnya, banyak orang menganggap healing harus selalu identik dengan pergi jauh dan menghabiskan uang, padahal tidak selalu begitu.

Menurut psikolog, istirahat dan self-care memang penting untuk menjaga kesehatan mental. Tetapi jika healing hanya dijadikan pelarian sementara tanpa menyelesaikan sumber masalah, rasa lelah itu biasanya akan kembali lagi setelah liburan selesai.

Pada akhirnya, healing bukan soal seberapa jauh pergi, tapi bagaimana seseorang memberi waktu untuk dirinya sendiri agar pikiran kembali tenang. Kadang hal sederhana seperti tidur cukup, ngobrol dengan teman, atau istirahat dari media sosial juga bisa jadi bentuk healing yang nyata.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....