Manisnya Bahaya, Gula Berlebih Bisa Merusak Tubuh

  • 21 Apr 2026 08:36 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Rasa manis sering kali menjadi kunci kenikmatan dalam makanan dan minuman. Mulai dari kopi, teh, kue, hingga minuman kemasan, hampir semuanya mengandung gula.

Namun, dibalik kenikmatannya, konsumsi gula yang berlebihan justru menjadi pembunuh senyap yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. Menurut rekomendasi Kementrian Kesehatan RI dan WHO, batas maaaksimal konnsumsi gula perhari adalah sekitar 50 gram atau setara dengan 4-5 sendok makan.

Sayangnya, banyak orang tanpa sadar mengonsumsi jauh lebih banyak dari angka ini, terutama karena tidak menyadari bahwa gula juga tersembunyi dalam usus, roti, bumbu masakan, dan minuman bersoda.

Dampak buruk gula berlebih bagi kesehatan :

1. Menyebabkan obesitas dan kenaikan berat badan, gula mengandung kalori tinggi namun rendah nutrisi (kalori kosong). Konsumsi berlebih akan disimpan tubuh sebagai lemak, yang menjadi penyebab utama kegemukan dan obesitas.

2. Peningkatan risiko diabetes tipe 2, terlalu banyak gula membuat kerja pankreas menjadi berat karena harus terus memproduksi insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Lama-kelamaan, tubuh bisa menjadi resisten terhadap isnulin, yang memicu terjadinya diabetes.

3. Merusak kesehatan gigi dan mulut, bakteri di dalam mulut akan memakan sisa gula dan menghasilkan asam yang mengikis email gigi. Hal ininmenyebabkan gigi berlubang, kerusakan gigi, dan masalah gusi.

4. Memicu penyakit jantung, gula berlebih dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung seerta stoke.

5. Mempercepat penuaan dini, gula dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit melalaui proses glikasi. Akibatnya, kulit menjadi lebih cepat kendur, kusam, dan muncul kerutan serta garis halus.

6. Mengganggu kesehatan mental dan mood, meskipun gula bisa memberikan energi instan, lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis (sugar crash) bisa membuat tubuh cepat lelah, mudah marah, cemas, hingga memmicu gangguan konsentrasi.

Cara mengurasi konsumsi gula :

1. Perbanyak minum air puih daripada minuman manis atau soda.

2. Perhatikan label nutrisi pada makanan kemasan.

3. Ganti cemilan manis dengan buah-buahan segar yang mengandung gula alami dan serat.

4. Kurangi penggunaan gula pasir secara bertahap agar lidah terbiasa dengan rasa yang kurang manis.

Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan aturan pencantuman label gizi berupa Nutri Level pada pangan siap saji, terutama minuman berpemanis, yang akan diterapkan pada usaha skala besar sebagai upaya mendorong pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang pencantuman label gizi dan pesan kesehatan pada pangan siap saji yang diterbitkan pada Selasa (14/4).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan ini diambil sebagai upaya edukasi untuk mencegah konsumsi gula, garam dan lemak (GGL) yang berlebih sehingga menimbulkan berbagai risiko penyakit tidak menular, termasuk obesitas, hipertensi, penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2.

Mengurangi gula bukan berarti tidak boleh makan manis sama sekali, melainkan mengontrol asupannya agar tetap dalam batas wajar. Mulailah bijak memilih makanan demi menjaga tubuh tetap sehat dan gterhindar dari penyakit dimasa depan. Ingat, kesehatan adalah investasi paling mahal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....