Gatal Bentol Disertai Sesak, Waspadai Reaksi Anafilaktik

  • 16 Apr 2026 10:02 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Munculnya bentol-bentol merah pada kulit yang disertai rasa gatal kerap dianggap sebagai biduran biasa. Namun, kondisi ini perlu diwaspadai apabila dibarengi dengan gejala sesak napas, karena bisa menjadi tanda syok anafilaktik.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa syok anafilaktik merupakan reaksi alergi berat yang terjadi ketika sistem imun tubuh merespons zat tertentu secara berlebihan.

Menurutnya, tubuh manusia memiliki mekanisme pengenal terhadap zat asing. Namun, ketika sistem tersebut tidak mengenali suatu zat, tubuh justru menganggapnya sebagai ancaman dan memicu reaksi berlebihan.

“Tubuh kita punya semacam ‘identitas’ untuk mengenali zat. Kalau tidak dikenali, sistem imun akan menyerang karena dianggap benda asing,” ujarnya melalui unggahan di instagram pribadinya @dr.tirta.

Reaksi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari bentol-bentol di seluruh tubuh, gatal hebat, hingga kondisi yang lebih serius seperti gangguan pernapasan dan penurunan tekanan darah secara drastis. Dalam kondisi berat, syok anafilaktik dapat menyebabkan gagal napas dan membutuhkan penanganan medis segera.

“Yang paling parah adalah reaksi gagal napas dan penurunan tekanan darah yang sangat masif,” ujarnya, menjelaskan.

Ia menambahkan, kondisi ini termasuk kategori gawat darurat yang sering ditangani di instalasi gawat darurat (IGD). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan gejala awal yang muncul.

Beberapa pemicu umum syok anafilaktik antara lain sengatan serangga, seperti tawon, serta konsumsi obat-obatan tertentu yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh. Selain itu, alergi makanan seperti seafood juga dapat memicu reaksi serupa pada individu tertentu.

Masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala bentol-bentol yang disertai sesak napas, guna mencegah kondisi yang lebih fatal. Dengan mengenali gejala sejak dini, risiko komplikasi akibat syok anafilaktik dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....