Cara Aman Penuhi Vitamin D, ketika Bayi Tidak Selalu Dijemur
- 11 Apr 2026 06:19 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Kebiasaan menjemur bayi di bawah sinar matahari masih banyak dilakukan orang tua dengan tujuan membantu pembentukan vitamin D. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa praktik ini tidak selalu aman dan bahkan bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan kulit bayi.IDAI menegaskan bahwa cara memenuhi kebutuhan vitamin D anak kini tidak lagi bergantung pada paparan sinar matahari semata. Di balik kebiasaan yang dianggap “wajar”, ada faktor risiko yang sering tidak disadari.
Menjemur Bayi pernah menjadi praktik yang umum dilakukan karena sinar matahari diketahui membantu pembentukan vitamin D di kulit.Vitamin ini berperan penting dalam memperkuat tulang, membantu penyerapan kalsium, menjaga daya tahan tubuh, hingga mendukung perkembangan otak anak. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, cara tersebut tidak lagi dianggap sebagai solusi utama. IDAI menjelaskan bahwa proses pembentukan vitamin D dari sinar matahari sangat dipengaruhi banyak faktor, sehingga hasilnya tidak selalu bisa dipastikan.
Paparan sinar UVB memang dibutuhkan untuk membentuk vitamin D, tetapi tidak semua kondisi paparan memberikan hasil yang optimal. Waktu, durasi, cuaca, lokasi, warna kulit, hingga luas area kulit yang terpapar menjadi faktor yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Akibatnya, orang tua sulit memastikan apakah bayi benar-benar mendapatkan vitamin D yang cukup hanya dari berjemur. Ketidakpastian ini membuat praktik tersebut tidak lagi direkomendasikan sebagai metode utama.
Di sisi lain, kulit bayi yang masih tipis dan sensitif justru lebih rentan terhadap paparan sinar matahari. IDAI mengingatkan bahwa paparan berlebih dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari, termasuk kanker kulit. Karena itu, bayi di bawah enam bulan disarankan untuk tidak terkena sinar matahari langsung. Perlindungan seperti pakaian tertutup, topi, serta berada di tempat teduh menjadi langkah yang lebih aman.
| Baca juga: Pir Kukus, Ramuan Tradisional Pereda Batuk |
Sebagai alternatif yang lebih terukur, IDAI merekomendasikan pemberian suplemen vitamin D secara rutin sesuai usia anak. Bayi di bawah 12 bulan dianjurkan mendapatkan 400 IU per hari, sedangkan anak dan remaja di atas satu tahun membutuhkan sekitar 600 IU per hari. Rekomendasi ini berlaku untuk semua bayi, termasuk yang mendapatkan ASI eksklusif maupun sebagian, karena kandungan vitamin D dalam ASI perlu dilengkapi dari luar. Dengan cara ini, kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi secara lebih pasti tanpa bergantung pada faktor lingkungan.
Untuk memastikan kebutuhan vitamin D terpenuhi, IDAI memberikan rekomendasi dosis harian sesuai usia anak. Bayi di bawah 12 bulan dianjurkan mendapatkan 400 IU vitamin D setiap hari. Sementara itu, anak dan remaja di atas satu tahun membutuhkan sekitar 600 IU per hari. Pemberian suplemen dinilai sebagai cara paling pasti karena memberikan asupan yang terukur dan konsisten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....