Begadang Jadi Ancaman Kesehatan, Risiko Diabetes Mengintai
- 30 Mar 2026 14:34 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kebiasaan begadang yang kian marak di tengah gaya hidup modern ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah meningkatnya potensi terkena Diabetes Tipe 2, yang kini semakin banyak dialami oleh usia produktif.
Dikutip dari laman Ayosehat Kementerian Kesehatan, dijelaskan bahwa kurang tidur bukan hanya membuat tubuh terasa lelah di keesokan harinya, tetapi juga berdampak langsung pada sistem metabolisme. Saat waktu tidur berkurang, tubuh mengalami gangguan dalam mengatur hormon, termasuk insulin yang berfungsi mengontrol kadar gula darah. Akibatnya, sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga gula darah lebih sulit dikendalikan.
Kondisi ini memaksa pankreas bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin dalam jumlah lebih banyak. Dalam jangka pendek, tubuh mungkin masih mampu beradaptasi. Namun jika pola begadang terus berulang, beban kerja ini dapat memicu terjadinya resistensi insulin, kondisi awal yang mengarah pada diabetes.
Menariknya, sejumlah studi laboratorium menunjukkan bahwa dampak kurang tidur bisa terjadi dalam waktu singkat. Hanya dalam beberapa malam dengan durasi tidur terbatas, sensitivitas insulin dapat menurun secara signifikan, bahkan menyerupai kondisi pada individu dengan obesitas atau pradiabetes. Hal ini menegaskan bahwa kualitas dan kuantitas tidur memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Ayosehat Kementerian Kesehatan menyebutkan, kurang tidur juga sering kali diikuti dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Seseorang yang begadang cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula atau kalori sebagai “teman” di malam hari. Ditambah lagi, rasa lelah akibat kurang tidur dapat menurunkan motivasi untuk beraktivitas fisik. Kombinasi ini semakin memperbesar risiko gangguan metabolik.
Para ahli kesehatan pun menekankan bahwa tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat. Tidur yang cukup sekitar 7 hingga 9 jam per malam untuk orang dewasa menjadi salah satu fondasi utama selain pola makan seimbang dan olahraga teratur.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya tidur, masyarakat diharapkan mulai mengubah kebiasaan begadang menjadi pola hidup yang lebih sehat. Menjaga ritme tidur yang teratur bukan hanya membantu tubuh tetap bugar, tetapi juga menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyakit kronis di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....