Motivasi Olahraga Sering Gagal, Ini Solusi Ahli
- 04 Feb 2026 19:27 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Menjaga motivasi berolahraga dalam jangka panjang masih menjadi tantangan bagi banyak orang. Berbagai penelitian menunjukkan, sebagian besar resolusi kebugaran yang dibuat di awal tahun kerap ditinggalkan sebelum akhir Januari.
Menurut Jordan Metzl, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Hospital for Special Surgery, menyebut masalah utama bukanlah kurangnya motivasi, melainkan ketidakpahaman seseorang terhadap apa yang benar-benar mendorongnya untuk bergerak. Setiap orang, kata dia, memiliki pemicu motivasi yang berbeda.
Dalam bukunya Push: Unlock the Science of Fitness Motivation to Embrace Health and Longevity yang terbit awal Februari, Metzl memperkenalkan panduan empat minggu berbasis ilmu perilaku untuk membantu membangun kebiasaan olahraga secara bertahap.
Ia menekankan bahwa pembentukan kebiasaan membutuhkan waktu dan proses yang konsisten.
Pada minggu pertama, Metzl menganjurkan masyarakat memilih aktivitas fisik yang benar-benar disukai serta mengurangi hambatan untuk berolahraga, seperti memilih lokasi latihan yang mudah dijangkau atau menyiapkan perlengkapan sejak awal.
Memasuki minggu kedua, fokus diarahkan pada upaya membuat olahraga lebih menyenangkan, termasuk menambahkan variasi atau mencoba aktivitas baru yang selama ini menarik minat, guna menjaga antusiasme tetap tinggi.
Minggu ketiga bertujuan membangun kepercayaan diri dengan menekankan konsistensi, bukan performa.
Metzl menilai rasa bangga karena telah bergerak dan kemampuan menghadapi ketidaknyamanan secara bertahap dapat meningkatkan motivasi jangka panjang.
Pada minggu terakhir, masyarakat didorong untuk mengambil kendali atas tujuan kebugarannya sendiri dan tidak berolahraga sendirian.
Menurut Metzl, rasa kontrol dan dukungan sosial mampu mengubah pola pikir, sehingga olahraga tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan bagian dari gaya hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....