Cara Menghitung Batas Konsumsi Gula Harian
- 31 Jan 2026 21:35 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami cara menghitung batas aman konsumsi gula harian.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan asupan gula tambahan (free sugars) maksimal 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Bahkan, batas tersebut dianjurkan ditekan hingga 5 persen untuk memperoleh manfaat kesehatan tambahan.
| Baca juga: Pir Kukus, Ramuan Tradisional Pereda Batuk |
Free sugars mencakup gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman, serta gula alami yang terdapat dalam madu, sirup, dan jus buah.
Langkah menghitung batas gula harian dapat dimulai dengan mengetahui kebutuhan kalori harian. Rata-rata kebutuhan energi orang dewasa sekitar 2.000 kilokalori per hari, meski angka ini dapat berbeda bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik.
| Baca juga: Jus yang Baik untuk menurunkan Kolesterol |
Dari jumlah tersebut, 10 persen setara dengan 200 kilokalori, sedangkan 5 persen setara dengan 100 kilokalori. Selanjutnya, kalori tersebut dikonversi ke gram gula. Setiap satu gram gula mengandung sekitar empat kilokalori.
Dengan demikian, 200 kilokalori dibagi empat setara dengan 50 gram gula per hari, sedangkan 100 kilokalori dibagi empat setara dengan 25 gram gula per hari. Artinya, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan WHO adalah maksimal 50 gram, dan lebih ideal jika dibatasi hingga 25 gram per hari.
Selain menghitung asupan harian, WHO juga menekankan pentingnya membaca label nilai gizi pada produk pangan. Banyak gula tersembunyi terdapat dalam minuman kemasan, makanan olahan, saus, dan camilan, sehingga kesadaran membaca label menjadi langkah penting agar konsumsi gula tidak melebihi batas yang dianjurkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....