Beban Kerja Berlebihan, Dampak pada Kesehatan

  • 27 Jan 2026 10:00 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Beban kerja berlebihan atau overwork kini menjadi fenomena yang cukup umum di kalangan pekerja Indonesia. Selain tekanan target dan jam kerja panjang, gaya hidup modern membuat banyak pekerja bekerja melebihi kapasitas tubuh. Kondisi ini tidak hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik dan mental.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 37,3 juta pekerja Indonesia bekerja lebih dari 49 jam per minggu, atau sekitar seperempat dari total angkatan kerja. Angka ini menempatkan mereka pada risiko kelelahan kerja kronis. Para ahli memperingatkan, dampak overwork tidak sekadar kelelahan, tetapi dapat memicu gangguan serius pada tubuh.

Salah satu risiko utama overwork adalah gangguan tidur. Jam kerja panjang dan tekanan pekerjaan membuat pekerja sulit mendapatkan istirahat yang cukup, sehingga meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penurunan daya tahan tubuh. Overwork juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, karena stres kronis memicu lonjakan hormon kortisol yang membebani jantung dan pembuluh darah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ratusan ribu kematian global setiap tahun terkait jam kerja berlebihan dan stres kronis. “Ketika stres berlangsung terus-menerus, hormon seperti kortisol dan adrenalin akan membebani sistem kardiovaskular,” kata dr. Danielle Qing dari Mount Sinai, dikutip dari New York Post. Risiko ini makin meningkat jika pekerja merokok, mengonsumsi alkohol, atau memiliki pola makan tidak sehat.

Selain dampak fisik, overwork juga memicu gangguan mental seperti kecemasan, depresi, hingga burnout. Burnout ditandai kelelahan ekstrem, sinisme terhadap pekerjaan, dan penurunan kinerja. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berujung pada gangguan kesehatan yang lebih serius.

Overwork juga menimbulkan masalah lain, seperti gangguan pencernaan, nyeri otot, dan gangguan penglihatan. Duduk lama di depan layar tanpa aktivitas fisik memicu nyeri punggung dan postur buruk, sementara pola makan tidak teratur berisiko menyebabkan maag dan asam lambung. Dampak yang tampak ringan ini berpotensi berkembang menjadi kondisi kronis jika dibiarkan.

Pencegahan overwork dapat dilakukan melalui manajemen waktu dan batas kerja yang sehat. Pekerja perlu mengatur prioritas tugas, memastikan waktu istirahat, serta memanfaatkan cuti untuk pemulihan. Perusahaan juga berperan dengan menerapkan kebijakan kerja yang manusiawi. Jika gejala kelelahan berkepanjangan muncul, segera konsultasikan dengan tenaga medis. Dengan keseimbangan kerja dan istirahat, produktivitas dapat terjaga tanpa mengorbankan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....