Dosen Polinela Kaji Klorofil-a untuk Tentukan Zona Penangkapan Ikan
- 17 Sep 2026 22:13 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), melakukan pemetaan kandungan dan sebaran klorofil-a di Perairan Teluk Hurun, Lampung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20 Juli 2026 untuk mendukung penentuan Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI).
Penelitian berjudul “Studi Kandungan dan Sebaran Klorofil-a untuk Menentukan Fishing Ground Potensial Berdasarkan Kesuburan di Perairan Teluk Hurun Lampung” ini dilakukan oleh Fatimah Alhafizah, S.Si., M.Si., Lilis Nurbaiti, S.Pi., M.Si., dan Khoerul Fatoni, S.Pi., M.Si. Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa Favian Galih Sahitya dan Rifa Nur Azizah.
Dalam penelitian tersebut, tim memanfaatkan sejumlah parameter untuk mengetahui kondisi perairan. Data yang digunakan meliputi hasil pengukuran langsung di lapangan (in-situ), analisis laboratorium, citra satelit Aqua MODIS, Suhu Permukaan Laut (SPL), serta data kelimpahan fitoplankton.
Data tersebut kemudian dianalisis secara spasial untuk melihat pola kesuburan perairan dan mengidentifikasi wilayah yang memiliki kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung keberadaan ikan.
Ketua tim peneliti, Fatimah Alhafizah, menjelaskan kandungan klorofil-a di Perairan Teluk Hurun menunjukkan variasi secara spasial. Perbedaan tersebut menggambarkan adanya variasi tingkat produktivitas dan kesuburan perairan di sejumlah lokasi pengamatan.
“Hasil pengukuran in-situ dan citra satelit menunjukkan pola sebaran yang relatif sesuai. Data citra satelit dapat dimanfaatkan untuk membantu menggambarkan distribusi klorofil-a di wilayah penelitian,” kata Fatimah.
Ia mengatakan, informasi sebaran klorofil-a menjadi salah satu parameter dalam penyusunan ZPPI. Penggabungan data in-situ dengan citra satelit juga memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi perairan.
“Penelitian ini menghasilkan informasi mengenai sebaran klorofil-a dan kondisi produktivitas perairan Teluk Hurun yang digunakan sebagai salah satu dasar dalam penyusunan zona potensial penangkapan ikan. Peta yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi informasi pendukung bagi kegiatan perikanan tangkap berbasis data,” ujarnya.
Berdasarkan hasil analisis, terdapat sejumlah wilayah yang memiliki kandungan klorofil-a dan produktivitas perairan relatif tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator dalam menentukan wilayah yang berpotensi sebagai zona penangkapan ikan.
Tim kemudian mengintegrasikan sejumlah parameter oseanografi dan biologis untuk menghasilkan peta ZPPI Perairan Teluk Hurun. Peta tersebut menggambarkan wilayah yang memiliki kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung kegiatan penangkapan ikan.
Fatimah berharap hasil penelitian tersebut dapat mendukung pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dalam bidang perikanan, khususnya dalam menyediakan informasi spasial mengenai kondisi perairan dan potensi wilayah penangkapan ikan.
Selain itu, peta ZPPI diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan basis data kondisi oseanografi dan sumber daya perikanan di perairan Lampung.
Dengan adanya informasi tersebut, teknologi penginderaan jauh dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pendekatan dalam mendukung kegiatan perikanan tangkap berbasis data serta pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....