SLBN PKK Lampung Fokuskan Siswa Jadi Mandiri

  • 30 Agt 2026 20:20 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • SLBN PKK Provinsi Lampung menerapkan pendekatan pendidikan holistik yang tidak hanya fokus pada akademik tetapi juga kemandirian dan keterampilan vokasional untuk peserta didik berkebutuhan khusus.
  • Pembelajaran mengikuti kurikulum nasional namun pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing peserta didik melalui praktik langsung.
  • Plt Kepala SLBN PKK Provinsi Lampung Bambang Irawan menekankan bahwa filosofi pembelajaran adalah 'belajar sambil melakukan' dengan banyak komponen praktik.

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLBN PKK Provinsi Lampung tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik. Sekolah juga menempatkan kemandirian dan keterampilan vokasional sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.

Plt Kepala SLBN PKK Provinsi Lampung Bambang Irawan mengatakan, pembelajaran di sekolah tetap mengikuti kurikulum nasional. Namun, pelaksanaannya banyak dilakukan melalui praktik yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

"Kita belajar sambil melakukan, banyak praktik," ujar Bambang.

Pada jenjang SD, peserta didik lebih banyak mendapatkan penguatan kemandirian dan keterampilan dasar. Siswa tunanetra, misalnya, mendapatkan pembelajaran orientasi mobilitas serta penggunaan huruf Braille. Sementara siswa tunarungu memperoleh pembelajaran komunikasi melalui bina komunikasi, persepsi, bunyi dan irama.

Untuk peserta didik tunagrahita, pengembangan kemandirian diarahkan pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Keterampilan tersebut mencakup kegiatan sederhana seperti mandi, makan, berpakaian dan mengurus kebutuhan pribadi. Bambang menilai kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari menjadi bekal penting bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Memasuki jenjang SMP, pembelajaran vokasional mulai diberikan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik memilih sejumlah keterampilan. Pilihan tersebut kemudian diarahkan lebih spesifik ketika memasuki jenjang SMA.

"Di SMA-nya kita coba untuk fokuskan ke satu keterampilan apa yang bisa mereka jadikan bekal ketika sudah lulus," kata Bambang.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik memiliki kemampuan yang dapat digunakan setelah menyelesaikan pendidikan. Sekolah tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemampuan menjalani kehidupan secara mandiri. Dengan demikian, pendidikan di SLBN PKK Lampung diarahkan untuk memberikan bekal yang sesuai dengan potensi setiap anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....