Rektor UIN RIL Tekankan Kolaborasi dalam KKN Transformatif
- 22 Jul 2026 09:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. Wan Jamaluddin, mengingatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Transformatif 2026 agar menjadikan pengabdian sebagai ruang belajar bersama masyarakat, bukan datang dengan merasa paling mengetahui.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pembekalan Mahasiswa KKN Transformatif Tahun 2026 di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, Selasa, 21 Juli 2026.
Pembekalan diikuti 2.185 mahasiswa secara hybrid sebagai persiapan sebelum diterjunkan ke lokasi KKN mulai 1 Agustus 2026.
Rektor menyatakan pembekalan menjadi awal perjalanan yang akan menguji kemampuan akademik, karakter, kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian sosial mahasiswa.
"Hari ini adalah awal dari perjalanan yang akan menguji ilmu, karakter, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, dan kepedulian kalian kepada masyarakat," ujarnya.
Dia meminta mahasiswa mengedepankan sikap rendah hati saat berada di lokasi KKN dengan mengenali potensi daerah dan memahami persoalan masyarakat sebelum menawarkan solusi.
"Jangan cepat-cepat membusungkan dada. Datanglah ke masyarakat, pelajari potensi yang ada, pahami tantangan yang sedang dihadapi, kemudian pikirkan solusi yang bisa kita berikan bersama," katanya.
Menurut Wan Jamaluddin, KKN juga dapat menjadi ruang lahirnya gagasan dan tema penelitian. Karena itu, mahasiswa diminta peka terhadap berbagai persoalan yang ditemui di lapangan.
KKN Transformatif 2026 mengusung tema Gerakan Kolaborasi Kampus dan Kota untuk Membangun Bandar Lampung yang Berkelanjutan melalui Penguatan Ketahanan Pesisir, Pengembangan Ekowisata Perkotaan, Ekonomi Hijau, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan.
Dia menjelaskan tema tersebut sejalan dengan arah pengembangan keilmuan UIN Raden Intan Lampung yang ke depan juga akan mengembangkan bidang kemaritiman.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat daripada menggunakan telepon genggam selama menjalankan KKN.
"Jangan sampai lebih banyak berinteraksi dengan layar telepon daripada dengan masyarakat. Bercengkeramalah dengan masyarakat, dengarkan mereka sebelum menawarkan solusi. Masyarakat adalah guru kehidupan," ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan sesama mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga.
"Hari ini bukan zamannya superman. Yang dibutuhkan adalah superteam. Kesuksesan KKN diukur dari seberapa baik kalian bekerja sama dengan teman satu kelompok, DPL, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga," ujarnya.
Wan Jamaluddin juga mengingatkan agar mahasiswa menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan laporan administrasi.
"Jangan hanya meninggalkan laporan, tetapi tinggalkan perubahan. Sekecil apa pun, hadirkan dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, ruang belajar anak, maupun program lain yang memberikan manfaat," katanya.
Ia turut mengimbau mahasiswa menggunakan media sosial secara bertanggung jawab serta menjaga integritas dengan menghormati adat istiadat, menepati janji, dan menjaga nama baik UIN Raden Intan Lampung.
"Masyarakat mungkin tidak akan mengingat IPK kalian, tetapi mereka akan mengingat sikap, pengabdian, dan manfaat yang kalian tinggalkan. Karena itu, jadilah mahasiswa yang membawa ilmu dengan rendah hati, mengabdi dengan sepenuh hati, dan pulang membawa manfaat yang nyata," ucapnya.
Pada hari pertama pembekalan, mahasiswa menerima materi mengenai pembangunan kawasan pesisir Kota Bandar Lampung, ekonomi sirkular, dan pengembangan kawasan hijau. Pembekalan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan materi sertifikasi halal untuk UMKM, pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, moderasi beragama, serta teknik pelaporan KKN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....