Generasi Muda Bijak Gunakan AI dan Waspadai Disinformasi Digital

  • 13 Jun 2026 19:51 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Duta SMA Provinsi Lampung Tahun 2025, Nur Henvin Aryadila, menilai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat menjadi alat pembelajaran yang bermanfaat apabila digunakan secara tepat. Namun, ia mengingatkan adanya risiko ketergantungan dan penyebaran disinformasi yang perlu diwaspadai oleh generasi muda.

" AI dapat membantu pelajar dalam proses belajar, terutama untuk mencari referensi, menyusun artikel, hingga memahami struktur penulisan yang baik. Biasanya saya memanfaatkan AI sebagai sarana belajar ketika menyusun artikel maupun esai." ujar Henvin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa manfaat AI sangat bergantung pada cara penggunaannya. Jika digunakan hanya untuk mencari jalan pintas tanpa proses berpikir dan belajar, teknologi tersebut justru dapat menurunkan kemampuan analisis dan kreativitas pengguna.

" Ketergantungan terhadap AI sebagai salah satu dampak negatif yang paling perlu diantisipasi. Ia khawatir generasi muda akan terlalu bergantung pada teknologi sehingga kemampuan berpikir kritis menjadi berkurang." kata Henvin.

Selain itu, ia juga menyoroti maraknya konten hoaks dan disinformasi yang dihasilkan atau dimanipulasi dengan teknologi AI. Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong peningkatan literasi digital serta pemanfaatan berbagai teknologi pemeriksa keaslian konten guna membantu masyarakat membedakan informasi yang benar dan palsu.

Dalam pernyataan penutupnya, Henvin mengajak generasi muda untuk tetap mengedepankan aksi, inovasi, dan kemampuan berpikir mandiri. Ia berharap perkembangan AI dapat diimbangi dengan sistem pengawasan yang lebih baik sehingga teknologi tersebut menjadi pendukung kemajuan manusia, bukan pengganti peran manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....