Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Kolaborasi Dorong Kreator Indonesia Manfaatkan AI

  • 16 Jun 2026 11:53 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Transformasi digital di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, peningkatan akses dan keterampilan digital masyarakat dinilai perlu diimbangi dengan kemampuan mengubah potensi tersebut menjadi peluang ekonomi yang nyata.

Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, semakin banyak masyarakat yang terhubung secara digital dan memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi. Meski demikian, masih terdapat ruang besar untuk mengoptimalkan teknologi sebagai sarana menciptakan karya, membangun usaha, mengembangkan karier, hingga membuka peluang ekonomi baru.

Menjawab tantangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI) menjalin kolaborasi strategis untuk mendukung masyarakat Indonesia mengubah kreativitas menjadi peluang melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi tersebut menggabungkan jangkauan nasional dan program pemberdayaan generasi muda milik Indosat, teknologi kreatif dan kurikulum berbasis AI dari Adobe, serta dukungan Kemenekraf dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengatakan kemitraan ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global di era AI.

“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya. Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya,” ujar Riefky.

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang diinisiasi Kemenekraf. Program ini bertujuan meningkatkan literasi ekonomi kreatif, adopsi teknologi dan AI, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan Indonesia memiliki talenta kreatif yang besar dan membutuhkan dukungan berupa akses teknologi, keterampilan, serta peluang yang tepat.

“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” katanya, Selasa 16 Juni 2026.

Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyatakan pihaknya akan memperluas akses terhadap Adobe Express, menyediakan kurikulum pengembangan keterampilan, serta membuka peluang monetisasi bagi kreator Indonesia.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Indosat akan memberikan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan kepada seluruh pelanggannya. Selain itu, pelanggan juga akan memperoleh akses ke materi pembelajaran Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi AI serta kemampuan masyarakat dalam bidang storytelling digital, pembuatan konten, komunikasi visual, dan pemasaran digital.

Adobe juga memilih Indonesia sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Melalui program ini, kreator dapat memperoleh penghasilan dari template yang dibuat dan digunakan di platform tersebut.

Peserta terpilih nantinya berkesempatan menampilkan karya mereka dalam salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia, yakni IDEAFEST, sehingga dapat memperluas jaringan, menjangkau audiens yang lebih besar, serta membuka peluang kolaborasi dan bisnis.

Di sisi lain, program Generasi Terkoneksi (GENSi) milik Indosat akan menjadi ujung tombak pelaksanaan kolaborasi ini. Setelah menjangkau lebih dari 10.000 anak muda melalui berbagai program literasi digital, GENSi menargetkan dapat memberdayakan 15.000 generasi muda Indonesia sepanjang tahun ini.

Melalui sinergi antara Indosat, Adobe, dan Kemenekraf, masyarakat diharapkan dapat bergerak dari tahap belajar menuju berkarya, hingga menghasilkan nilai ekonomi dari karya yang diciptakan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia di era digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....