Kasus Penipuan Digital di Lampung Masuk 5 Besar Nasional, IM3 Perkenalkan SATSPAM+

  • 14 Mar 2026 08:29 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Ramadan selalu datang dengan perubahan ritme kehidupan masyarakat. Dalam satu hari, SMS, telepon, hingga pesan digital bisa ramai berlalu-lalang ketika masyarakat mengurus mudik, membelanjakan THR, hingga bersedekah. Mereka inilah yang disebut Pejuang Ramadan: pekerja kantoran, pelaku UMKM, pengemudi ojek online, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa yang berjuang menjalani aktivitas sekaligus memaknai bulan suci bersama orang-orang tercinta.

Namun di balik meningkatnya aktivitas komunikasi dan transaksi digital tersebut, para Pejuang Ramadan juga kerap menjadi sasaran kejahatan siber. Laporan menunjukkan bahwa kasus penipuan digital selama Ramadan meningkat hingga 34,7 persen, dengan 89 persen terjadi melalui aplikasi pesan instan dan 64 persen melalui panggilan telepon. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital untuk berkomunikasi maupun bertransaksi.

Di tingkat daerah, kasus manipulasi digital juga menjadi perhatian aparat penegak hukum. Polda Lampung tercatat masuk lima besar nasional dalam penindakan kasus kejahatan digital, dengan sekitar 300 kasus yang melibatkan berbagai modus penipuan melalui kanal online. Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman penipuan digital bukan lagi isu kecil, melainkan tantangan nyata yang harus dihadapi masyarakat di era konektivitas tinggi.

Sejalan dengan meningkatnya risiko tersebut, kebutuhan akan perlindungan digital juga semakin dirasakan lintas generasi. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan bahwa fitur perlindungan terhadap penipuan online kini menjadi salah satu fitur keamanan yang paling dianggap penting oleh pengguna internet di Indonesia. Masyarakat tidak hanya membutuhkan koneksi cepat, tetapi juga koneksi yang aman.

Melihat realita ini, Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Kampanye tersebut menghadirkan inovasi perlindungan digital melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus), termasuk perlindungan terhadap panggilan WhatsApp yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia. Fitur ini bekerja secara real-time untuk mendeteksi dan mencegah potensi penipuan melalui SMS, panggilan telepon, hingga panggilan aplikasi pesan.

Didukung teknologi AIvolusi5G, SATSPAM+ tidak hanya memberikan deteksi otomatis terhadap nomor mencurigakan, tetapi juga menyediakan opsi pemblokiran dan laporan aktivitas harian yang dapat dipersonalisasi. Dengan sistem ini, pelanggan dapat mengetahui potensi ancaman lebih cepat sekaligus mengambil langkah pencegahan sebelum penipuan terjadi.

Upaya perlindungan digital tersebut juga didukung penguatan infrastruktur jaringan. Sebagai gerbang utama Pulau Sumatera saat arus mudik, Lampung diperkirakan akan menerima sekitar 1,5 juta pemudik dari Pulau Jawa. Di wilayah Bandar Lampung, layanan jaringan AIvolusi 5G kini telah menjangkau 20 kecamatan dengan sekitar 152 BTS aktif yang terintegrasi teknologi 5G dan AI untuk menjaga kualitas konektivitas tetap stabil di titik mobilitas tinggi seperti pusat perbelanjaan, kawasan pendidikan, permukiman, hingga hub transportasi.

Agus Sulistio, EVP Head of Circle Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, respons pelanggan terhadap fitur anti-scam SATSPAM+ terus meningkat sejak diluncurkan pada Agustus 2025. Menurutnya, di periode seperti Ramadan ketika komunikasi dan transaksi meningkat, perlindungan digital menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap ancaman penipuan online.

"Untuk mendapatkan perlindungan tersebut, pelanggan dapat mengaktifkan Paket Ramadan SATSPAM+ yang secara otomatis memberikan perlindungan tanpa biaya tambahan. Paket ini tersedia melalui aplikasi myIM3, layanan WhatsApp resmi IM3 di nomor 08551000185, akses kode UMB *888#, outlet resmi IM3, minimarket, hingga berbagai platform e-commerce," ujarnya, Jumat 13 Maret 2026.

Melalui paket ini, pelanggan tidak hanya memperoleh kuota internet untuk aktivitas Ramadan, tetapi juga lapisan keamanan digital agar dapat beribadah, bekerja, dan berbagi dengan lebih tenang sepanjang bulan suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....