BEI Tetapkan Indeks LQ45 Periode Terbaru
- 09 Feb 2026 15:22 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali merilis hasil evaluasi mayor terhadap Indeks LQ45 yang akan berlaku efektif mulai 2 Februari hingga 30 April 2026. Evaluasi berkala ini dilakukan untuk memastikan Indeks LQ45 tetap merepresentasikan saham-saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia, sebagaimana dilansir dari laman resmi idx.co.id.
Dalam evaluasi tersebut, BEI melakukan penyesuaian terhadap komposisi dan bobot saham berdasarkan sejumlah indikator utama, antara lain rasio free float, nilai transaksi, serta kapitalisasi pasar. Penyesuaian juga tetap mengacu pada ketentuan pembatasan bobot maksimal saham sebesar 15 persen dalam perhitungan indeks.
Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas saham masih bertahan sebagai konstituen Indeks LQ45. Meski demikian, sejumlah saham mengalami perubahan bobot seiring penyesuaian jumlah saham yang diperhitungkan dalam indeks, terutama akibat dinamika rasio free float dan kapitalisasi pasar.
Sektor perbankan masih menjadi penyumbang utama dalam struktur Indeks LQ45. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat mengalami peningkatan bobot hingga mencapai batas maksimum. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tetap memberikan kontribusi signifikan meski bobotnya mengalami penyesuaian dibanding periode sebelumnya.
| Baca juga: IHSG Melemah di Pekan pertama Juni 2026 |
Dari sektor energi dan pertambangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan kenaikan bobot indeks seiring bertambahnya jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan. Namun, sejumlah saham lain di sektor yang sama justru mengalami penurunan bobot akibat perubahan likuiditas dan kapitalisasi pasar.
Evaluasi kali ini juga menghadirkan konstituen baru dalam Indeks LQ45, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Saham tersebut langsung mencatatkan bobot yang cukup signifikan, mencerminkan dinamika pasar serta pergeseran minat investor terhadap sektor energi terbarukan.
Sementara itu, satu saham tercatat keluar dari penghitungan Indeks LQ45 pada periode ini, yakni PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Dalam keterangan yang dirilis BEI dalam laman idx.co.id, komposisi dan bobot Indeks LQ45 masih berpotensi mengalami penyesuaian apabila terdapat aksi korporasi sebelum periode efektif berakhir, sehingga investor diimbau untuk terus mencermati perkembangan pasar dalam menentukan strategi investasinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....