Saham Meta Anjlok 11% akibat Belanja AI Rp 2.400 Triliun

  • 30 Jul 2026 16:35 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Saham Meta merosot tajam pada Rabu (30/7/2026) setelah perusahaan melaporkan hasil keuangan kuartal April–Juni yang memperlihatkan kesenjangan mencolok: pendapatan naik 28% secara tahunan menjadi 61 miliar dolar AS (sekitar Rp 994 triliun), namun laba bersih justru turun 14% menjadi 6 miliar dolar AS.

Yang membuat investor semakin khawatir, Meta mengumumkan total pengeluaran tahun ini akan mencapai antara 130 hingga 145 miliar dolar AS — naik dari proyeksi 125 miliar dolar AS yang diumumkan hanya tiga bulan lalu. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk proyek-proyek AI.

CEO Mark Zuckerberg menegaskan bahwa investasi AI perusahaannya tengah "mempercepat setiap bagian dari bisnis inti kami" dan mengisyaratkan rencana untuk mulai menjual teknologi tersebut kepada perusahaan lain. CFO Susan Li menambahkan bahwa langkah komersialisasi itu akan membantu Meta memperoleh imbal hasil dari pengeluaran AI-nya. "Pada 2028, banyak hal akan terungkap," ujarnya kepada para analis keuangan.

Namun hingga kini, bisnis baru itu belum menghasilkan pendapatan nyata. Arus kas bebas Meta pada kuartal tersebut hanya mencapai 784 juta dolar AS — level terendah dalam setidaknya lima tahun terakhir.

Analis Mike Proulx dari Forrester menilai situasi ini mengingatkan pada kegagalan proyek metaverse Meta sebelumnya, di mana puluhan miliar dolar dihabiskan untuk pengalaman virtual yang tidak diminati pengguna. "Investor kini harus memutuskan apakah daftar panjang inisiatif AI Meta mencerminkan diversifikasi perusahaan atau justru pengalihan fokus," katanya.

Meski begitu, Zuckerberg tetap optimistis. Ia menyebut kemampuan AI Meta mendorong keterlibatan pengguna di Instagram dan Facebook, serta membantu bisnis kecil membuat iklan lebih efektif. Ia juga mengungkap pengembangan agen AI — chatbot yang mampu bekerja secara semi-otonom. "Segera, kami akan memiliki agen yang bisa bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu untuk Anda," ujarnya.

Untuk masuk ke pasar bisnis-ke-bisnis, Meta berencana menjadikan model AI Muse Spark-nya lebih mudah diintegrasikan oleh perusahaan lain. "Kami berharap membangun bisnis besar untuk perusahaan-perusahaan besar," kata Zuckerberg.

Di sisi lain, Microsoft justru menjadi penyeimbang di tengah gejolak saham teknologi. Saham perusahaan itu naik 5% dalam perdagangan setelah jam bursa pada Rabu, setelah melaporkan kenaikan penjualan 18% menjadi 90 miliar dolar AS dan lonjakan laba 31% menjadi 36 miliar dolar AS. Capaian ini menunjukkan bahwa belanja AI besar-besaran tetap bisa diterima investor — asalkan dibarengi dengan hasil keuangan yang jelas.

CFO Microsoft Amy Hood mengungkapkan rencana belanja modal perusahaan untuk tahun depan sebesar 175 miliar dolar AS, turun dari 190 miliar dolar AS pada tahun lalu, dengan fokus utama pada infrastruktur AI.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....