Ferrari Luce EV Picu Kontroversi, Saham Anjlok 8%
- 31 Mei 2026 19:52 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Ferrari akhirnya resmi meluncurkan kendaraan listrik perdananya, Luce, yang dirancang oleh desainer iPhone legendaris Sir Jony Ive. Namun alih-alih pujian, peluncuran tersebut justru memicu gelombang kritik keras dari berbagai penjuru dunia.
Peluncuran mobil seharga 640.000 dolar AS (sekitar Rp 10,4 miliar) itu sempat dihadiri oleh Presiden Italia Sergio Mattarella dan Paus Leo. Namun sehari setelah unveiling, saham Ferrari langsung tergerus 8 persen di bursa, seiring banjirnya meme dan sindiran di media sosial.
Bukan Tampang Ferrari
Nama Luce berarti "cahaya" dalam bahasa Italia. Berbeda dari supercar Ferrari pada umumnya, Luce hadir sebagai mobil listrik lima penumpang dengan tampilan yang sama sekali tak menyerupai silhouette rendah khas pabrikan asal Maranello tersebut.
Mantan Ketua Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo, dengan terang-terangan menyatakan bahwa Luce "berisiko menghancurkan sebuah legenda" dan menyarankan agar logo ikonik kuda jingkrak dicopot dari mobil itu.
Wakil Perdana Menteri Italia sekaligus Menteri Perhubungan, Matteo Salvini, turut berkomentar pedas. "Ini disebut inovasi? Saya bertanya-tanya apa yang akan dikatakan Enzo Ferrari," sindirnya, merujuk kepada pendiri perusahaan tersebut.
Di media sosial, komentar tak kalah sengit. Sejumlah pengguna menyebut Luce sebagai "kekejian", sementara yang lain membandingkannya dengan Nissan Leaf yang jauh lebih murah, bahkan menyamakannya dengan mobil listrik Tiongkok.
Performa Tetap Garang
Terlepas dari kontroversi desainnya, performa Luce tidak bisa dipandang sebelah mata. Mobil ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 96 km/jam dalam sekitar 2,5 detik, dengan kecepatan puncak lebih dari 300 km/jam.
CEO Ferrari Benedetto Vigna membela harga dan desain Luce, menyebut harganya sepadan dengan tingkat inovasi yang ditawarkan serta mengklaim minat kuat dari calon pembeli.
Tantangan Industri Otomotif Global
Peluncuran Luce hadir di tengah tekanan besar yang melanda industri otomotif global, termasuk persaingan sengit dari produsen kendaraan listrik Tiongkok.
Ferrari bukan satu-satunya yang menghadapi guncangan serupa. Pada 2024, Jaguar juga memicu kontroversi besar saat memperkenalkan konsep kendaraan listrik bertajuk Type 00 yang dinilai meninggalkan identitas desain lamanya.
Sementara itu, rival Ferrari, Lamborghini, justru memilih jalan berbeda dengan memangkas program EV-nya akibat lemahnya permintaan. Produsen lain seperti Porsche, Honda, dan Ford pun telah memangkas target elektrifikasi mereka.
Bos Lamborghini, Stephan Winkelmann, usai peluncuran Luce menyatakan bahwa fokus perusahaannya pada mobil hybrid adalah "pilihan yang tepat".
Analis otomotif Singapura, James Wong, memuji desain interior Luce, namun menegaskan bahwa secara keseluruhan mobil tersebut "tidak bisa dikenali" sebagai Ferrari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....