Flatiron Building New York Kini Jadi Apartemen Mewah Rp952 Miliar
- 27 Jul 2026 14:19 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Flatiron Building, landmark legendaris New York City yang berdiri lebih dari satu abad, kini bertransformasi menjadi apartemen kondominium ultra-premium setelah menyelesaikan renovasi besar-besaran.
- Gedung setinggi 94 meter dengan 24 lantai akan memiliki 36 unit apartemen dengan harga berkisar dari US$11 juta hingga US$58,5 juta per unit.
- Renovasi yang berlangsung selama tujuh tahun mengubah fungsi gedung dari perkantoran menjadi residensi mewah bergaya Beaux-Arts yang mempertahankan nilai historis.
- Unit penthouse lima kamar tidur dengan balkon di lantai atas telah dalam status kontrak penjualan dengan harga tertinggi US$58,5 juta.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Selama lebih dari satu abad, Flatiron Building berdiri sebagai salah satu landmark paling dikenal di New York City. Kini, gedung bersejarah bergaya Beaux-Arts itu tengah menjalani babak baru yang paling mewah sepanjang sejarahnya — berubah dari gedung perkantoran menjadi apartemen kondominium kelas ultra-premium.
Setelah tujuh tahun tertutup perancah dan menjalani renovasi besar-besaran, Flatiron Building siap menyambut penghuninya yang baru. Gedung setinggi 94 meter dengan 24 lantai itu akan memiliki 36 unit apartemen berkonsep terbuka, mulai dari unit tiga kamar tidur seharga US$11 juta (sekitar Rp179 miliar) hingga unit penuh lima kamar tidur dengan balkon di lantai atas yang dibanderol US$58,5 juta — dan dilaporkan sudah dalam status kontrak.
Dari "Burnham's Folly" Hingga Simbol Kemewahan
Dibangun pada 1902 dan dirancang oleh arsitek Daniel Burnham, gedung ini sempat diejek warga setempat sebagai "Burnham's Folly" karena dianggap terlalu tinggi dan ramping hingga dikira akan roboh tertiup angin. Namun justru desain segitiga uniknya — hasil penyesuaian terhadap lahan berbentuk baji di persimpangan Broadway dan Fifth Avenue — yang menjadikannya ikon arsitektur dunia.
| Baca juga: Akhir Perang Iran, Awal Ketimpangan AS? |
Selama lebih dari seabad, gedung ini difungsikan sebagai ruang perkantoran. Setelah penyewa terakhir, Macmillan Publishing, hengkang pada 2019, gedung ini sempat terbengkalai akibat sengketa kepemilikan yang panjang. Barulah pada 2023, para pemilik baru — Brodsky Organization, GFP Real Estate, dan Sorgente Group — memulai renovasi untuk mengalihfungsikannya menjadi hunian eksklusif.
Warisan Sejarah Dijaga, Kemewahan Ditambahkan
Meski bersolek menjadi hunian modern, identitas historis Flatiron tetap dijaga dengan cermat. Ribuan kepingan terra-cotta pada fasad — yang menampilkan ornamen kepala singa, karangan bunga, elang, dan wajah manusia — direplikasi dan dipasang kembali secara manual oleh tenaga ahli. Lebih dari 1.000 jendela diganti dengan kaca tebal yang mampu meredam kebisingan jalanan khas New York.
Balkon tersembunyi di lantai 20 yang sempat terlupakan berhasil ditemukan dan dipugar kembali, kini menghadirkan pemandangan langsung ke atas kanopi pohon Madison Square Park dan sepanjang Broadway.
| Baca juga: CBS Guncang "60 Minutes" Demi Era Digital |
Di dalam gedung, balok-balok baja struktural asli dibiarkan terekspos di sudut-sudut unit sebagai penghormatan terhadap inovasi arsitektur aslinya. Bahkan, beberapa balok baja difungsikan kreatif sebagai rak lemari pakaian.
Berbagai artefak yang ditemukan di basement gedung — termasuk perkakas, piano, menu restoran lama, sepatu, hingga lampu antik — akan dipajang dalam lemari kaca di lobi, menghadirkan napas sejarah bagi penghuni masa kini. Sebuah lampu jalan bersejarah yang pernah berdiri di 23rd Street bahkan didesain ulang menjadi lampu gantung megah di lobi.
Fasilitas Bertaraf Dunia
Tak hanya soal sejarah dan estetika, Flatiron Building versi terbaru juga menawarkan fasilitas penunjang bertaraf dunia di lantai basement dan area bersama, antara lain kolam renang sepanjang 18 meter, ruang biliar dan piano lounge, serta pusat kebugaran.
"Ini bukan soal mengubah hal-hal yang membuat gedung ini begitu istimewa dan dicintai warga New York," ujar Thomas Brodsky dari Brodsky Organization.
Saat malam tiba, seluruh fasad Flatiron akan diterangi pencahayaan baru yang memungkinkan siapa pun yang melintas menikmati keindahan detailnya dari segala sisi.
"Tidak seperti banyak gedung di New York, Flatiron bisa dinikmati dari segala arah. Semua sisinya luar biasa," kata William Sofield, desainer interior proyek ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....