Piala Dunia 2026: Siapa Untung dan Siapa Buntung?
- 27 Jul 2026 15:11 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Piala Dunia 2026 menjadi turnamen sepak bola terbesar dengan 48 tim dan lebih dari 100 pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
- Ekspansi format turnamen membuka peluang untuk menghasilkan pendapatan yang berlipat ganda dibandingkan dengan Piala Dunia sebelumnya.
- FIFA muncul sebagai pemenang terbesar dari Piala Dunia 2026 dengan alokasi revenue yang signifikan dari turnamen bersejarah ini.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi turnamen sepak bola terbesar yang pernah digelar. Dengan 48 tim dan lebih dari 100 pertandingan, peluang menghasilkan uang pun berlipat ganda. Namun siapa yang benar-benar menangguk keuntungan, dan siapa yang justru merugi?
FIFA — Pemenang Terbesar
Tak ada yang meragukan FIFA sebagai pemenang utama. Pada Piala Dunia Qatar 2022, FIFA meraup rekor pendapatan sebesar 7,6 miliar dolar AS (sekitar Rp123 triliun), dan angka itu diperkirakan terlampaui di edisi 2026. Pakar dari Deutsche Bank Research, Marion Laboure, menyebut total pendapatan FIFA dalam siklus empat tahun ini mendekati 13 miliar dolar AS.
Sumber pemasukan FIFA meliputi hak siar, lisensi, hospitaliti, sponsor, dan tiket. Kali ini FIFA juga masuk ke pasar sekunder dengan platform jual-beli tiket resmi, memungut komisi 15 persen dari pembeli maupun penjual.
Suporter — Pihak yang Paling Terkuras
Di balik euforia, para suporter harus merogoh kocek sangat dalam. Tiket final di MetLife Stadium, New Jersey, secara resmi dijual seharga 32.970 dolar AS, sementara tiket di pasar sekunder ada yang mencapai lebih dari 2 juta dolar AS. Bahkan Presiden AS Donald Trump mengaku tidak akan membayar harga tiket seharga 1.000 dolar AS untuk laga pembuka timnya.
Belum lagi biaya tiket kereta New Jersey Transit menuju stadion yang sempat melonjak dari 12,90 dolar menjadi 150 dolar untuk perjalanan 30 menit — memicu protes publik hingga harga diturunkan, meski tetap di atas normal.
Broadcaster dan Sponsor — Ikut Panen
Fox Sports yang membayar hak siar sebesar 485 juta dolar AS memanfaatkan jeda hidrasi — aturan baru FIFA — sebagai slot iklan berbayar. Harga iklan 30 detik di Fox berkisar 200.000 hingga 300.000 dolar AS, bahkan menyentuh 750.000 dolar AS saat pertandingan Amerika Serikat di babak akhir.
"Jeda hidrasi adalah inventaris iklan murni. Saya sangat yakin ini tidak akan hilang," kata Laboure dari Deutsche Bank Research.
David Beckham — Pemenang di Luar Lapangan
Meski tidak sempat mengangkat trofi Piala Dunia semasa bermain, Sir David Beckham justru menjadi wajah komersial terbesar turnamen ini. Wajahnya hadir di iklan Adidas — termasuk versi AI — hingga berbagai merek Amerika. Klub MLS miliknya, Inter Miami, kini ditaksir bernilai 1,45 miliar dolar AS, menjadikannya miliarder olahraga pertama dari Inggris.
Kota Tuan Rumah — Keuntungan yang Tak Sebesar Harapan
FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 menyuntikkan 41 miliar dolar ke ekonomi global, dengan 17 miliar dolar di antaranya untuk AS. Namun Alexander Budzier, peneliti dari Oxford University, mengingatkan bahwa manfaat jangka panjang kerap tidak terwujud.
"Acara ini menciptakan lapangan kerja, tapi tidak menciptakan kekayaan," tegasnya. Banyak kota tuan rumah justru kehilangan wisatawan reguler yang menghindari keramaian turnamen.
Pedagang Merchandise — Ikut Merayakan
Penjualan jersey nasional meledak. Nike melaporkan penjualan kit tim nasional dua kali lipat dibanding Piala Dunia 2022, dengan jersey Inggris sebagai yang terlaris. JD Sports mencatat rekor penjualan jersey Inggris, sementara jersey Skotlandia menjadi yang paling laris secara keseluruhan.
Hotel — Permintaan Tak Sesuai Ekspektasi
Industri perhotelan justru kecewa. Di Vancouver yang menjadi tuan rumah tujuh laga, tingkat pemesanan kamar justru tertinggal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di New York, dua pertiga pemilik hotel melaporkan pemesanan di bawah perkiraan, begitu pula di Seattle dengan angka hampir 80 persen. Asosiasi Hotel Amerika bahkan menuduh FIFA memesan blok kamar secara berlebihan, menciptakan permintaan semu.
Perusahaan Taruhan — Panen Raya
Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi ajang judi olahraga terbesar sepanjang masa, dengan total taruhan diperkirakan mencapai 50 miliar dolar AS — sekitar 500 juta dolar per pertandingan. Flutter Entertainment, induk Paddy Power dan Betfair, memproyeksikan nilai taruhan dua kali lipat dibanding 2022, didorong pertumbuhan pasar AS dan Brasil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....