Ekonomi Lampung Triwulan IV 2025 Tumbuh 5,54 Persen
- 06 Feb 2026 21:05 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan IV 2025 mencatatkan pertumbuhan solid sebesar 5,54% (year on year/yoy). Capaian tersebut meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,04% (yoy), menunjukkan penguatan ekonomi daerah pada akhir tahun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan secara nominal perekonomian Lampung pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp135,95 triliun, sementara atas dasar harga konstan (2010) mencapai Rp74,24 triliun.
Bimo menjelaskan, akselerasi pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,10% (yoy), seiring meningkatnya permintaan dan mobilitas masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
“Selain konsumsi, investasi atau PMTB juga tetap kuat dengan pertumbuhan 5,41% (yoy) sejalan dengan realisasi penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri yang tumbuh positif,” ujar Bimo, Jumat 6 Februari 2026.
| Baca juga: Nvidia Luncurkan Chip AI RTX Spark untuk PC |
Dari sisi eksternal, kinerja ekspor Lampung turut tumbuh 2,55% (yoy). Menurut Bimo, kenaikan ekspor ditopang meningkatnya permintaan luar negeri terhadap komoditas unggulan seperti gula dan kembang gula, hasil penggilingan, kopi, serta berbagai produk olahan minyak nabati.
Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan IV 2025 juga tercermin dari sisi lapangan usaha. Tiga sektor utama yang menjadi penopang yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh 5,65%, Industri Pengolahan tumbuh 6,54%, serta Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 3,97% (yoy).
Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi Lampung secara kumulatif sepanjang 2025 mencapai 5,28% (yoy), terakselerasi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,57% (yoy). Bank Indonesia memandang tren positif ini akan berlanjut, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2026 berada di kisaran 5,0–5,6%, meskipun sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....