Menjaga Tradisi Budaya Lampung di tengah Perubahan Zaman

  • 24 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Komunitas Wikimedia Bandar Lampung melalui sejumlah proyek dokumentasi kebudayaan Lampung melakukan upaya menghadirkan pengetahuan budaya ke ruang digital. Langkah ini dinilai penting karena pola masyarakat dalam mencari informasi terus berubah. Tradisi yang sebelumnya hanya dapat diketahui melalui pertemuan langsung, pertunjukan, atau pewarisan antargenerasi, kini dapat diperkenalkan melalui dokumentasi digital yang lebih mudah diakses.

Namun Founder Komunitas Wikimedia Bandar Lampung, Deo Bernedy Putra, S.Sos, menilai digitalisasi bukan berarti menggantikan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Dokumentasi justru harus menjadi sarana untuk memperkuat keberadaan tradisi dan memberikan konteks yang benar kepada masyarakat luas. Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam proses tersebut, terutama generasi muda Lampung.

Menurutnya, pekerjaan mendokumentasikan kebudayaan bukan pekerjaan satu komunitas saja. Dibutuhkan kolaborasi antara komunitas, seniman, akademisi, pemerintah, masyarakat adat, serta generasi muda agar kekayaan budaya Lampung dapat tercatat secara lebih lengkap. Menurutnya, pekerjaan mendokumentasikan kebudayaan bukan pekerjaan satu komunitas saja. Dibutuhkan kolaborasi antara komunitas, seniman, akademisi, pemerintah, masyarakat adat, serta generasi muda agar kekayaan budaya Lampung dapat tercatat secara lebih lengkap.

“Harapannya, apa yang kita dokumentasikan hari ini tidak hanya menjadi arsip untuk hari ini, tetapi menjadi pengetahuan yang bisa dipelajari oleh orang lain di masa depan. Jangan sampai generasi berikutnya hanya tahu nama sebuah tari atau musiknya, tetapi tidak memahami makna dan cerita di baliknya,” kata Deo.

Melalui proyek-proyek seperti Wiki Jejama, Wiki Ngigel, dan Wiki Busanding, Wikimedia Bandar Lampung berupaya menjadikan ruang digital bukan sekadar tempat menyimpan dokumentasi, melainkan ruang untuk memperkenalkan, memahami, dan menghargai kebudayaan Lampung.

“Kita bukan hanya ingin mendokumentasikan bagaimana budaya itu terlihat, tetapi juga memahami mengapa budaya itu ada. Karena ketika gambar masih tersimpan, tetapi maknanya hilang, sebagian dari budaya itu juga ikut hilang.” kata Deo Bernedy Putra, S.Sos. Melestarikan budaya bukan sekadar membuat tradisi tetap dipentaskan, tetapi memastikan pengetahuan di balik tradisi itu tidak ikut hilang. Kamera mungkin hanya merekam gambar, tetapi kontekslah yang membuat sebuah dokumentasi menjadi warisan pengetahuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....