Tradisi Butetah, Warisan Adat Pemberian Gelar bagi Masyarakat Lampung Saibatin
- 08 Jul 2026 16:22 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID,Bandar Lampung-Kabupaten Tanggamus masih menjaga salah satu warisan budaya yang sarat akan nilai dan makna, yakni tradisi Butetah, prosesi pemberian gelar adat atau adok kepada masyarakat Lampung Saibatin. Tradisi yang telah diwariskan sejak masa Kerajaan Sekala Brak ini menjadi simbol pengakuan status, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap seseorang dalam kehidupan adat.
Prosesi Butetah umumnya dilaksanakan setelah pasangan resmi menikah. Dalam adat Lampung Saibatin, seseorang baru dapat menerima gelar adat apabila telah melangsungkan akad nikah. Sebelum prosesi berlangsung, para penyimbang adat mengadakan musyawarah untuk menentukan gelar atau adok yang akan diberikan sesuai dengan garis keturunan, kedudukan, dan aturan adat yang berlaku.
Rangkaian acara diawali dengan arak-arakan adat yang diiringi tabuhan musik tradisional, tari-tarian, hingga prosesi memasuki balai adat. Selanjutnya, tetua adat menyampaikan petuah dan nasihat kehidupan kepada kedua mempelai sebagai bekal dalam membangun rumah tangga. Setelah itu, gelar adat atau adok diumumkan secara resmi, disertai penyematan busana adat serta penyerahan surat keputusan adat sebagai tanda sahnya gelar yang disandang. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan adat atau pangan balak sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan.
Bagi masyarakat Lampung Saibatin, Butetah bukan sekadar seremoni adat, melainkan implementasi falsafah hidup Bejuluk Beadok, yaitu setiap orang memiliki gelar adat yang mencerminkan kehormatan, identitas, hak, serta tanggung jawabnya di tengah masyarakat. Tradisi ini juga menjadi sarana menjaga tatanan sosial, mempererat hubungan kekerabatan, dan melestarikan nilai-nilai luhur seperti saling menghormati, gotong royong, serta menjaga martabat keluarga dan adat.
Di tengah perkembangan zaman, masyarakat adat Lampung Saibatin terus berupaya mempertahankan tradisi Butetah sebagai bagian dari identitas budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter bagi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....