Guru Utama Lampung Didorong Lestarikan Bahasa Daerah
- 21 Apr 2026 15:36 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Balai Bahasa Provinsi Lampung menggelar Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah jenjang SD/MI pada 20 hingga 22 April 2026. Kegiatan berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Lampung dan diikuti 112 guru dari 15 kabupaten/kota. Program ini bertujuan memperkuat peran guru dalam pelestarian bahasa Lampung. Guru diposisikan sebagai ujung tombak pembelajaran di sekolah.
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dr. Dora Amalia, menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga bahasa daerah. Ia menyebut penggunaan bahasa daerah di rumah menjadi kunci keberlangsungan bahasa.
“Keluarga, khususnya orang tua, merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pewarisan bahasa daerah kepada anak-anak,” ujarnya. "Pelestarian akan sulit jika bahasa daerah tidak lagi digunakan dalam keseharian."
Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Dr. Muhammad Muis, menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung pelindungan bahasa Lampung. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program ini.
“Sinergi semua pihak menjadi kunci menjaga keberlangsungan bahasa daerah,” katanya. "Harapannha, para guru mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing."
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi teknis pelaksanaan pelatihan sebagai dasar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pembelajaran dibagi ke dalam beberapa kelas dengan fokus pada penguatan bahasa dan sastra Lampung. Materi meliputi puisi, mendongeng, dendang syair, serta penulisan dan pembacaan aksara Lampung. Narasumber menyampaikan materi dengan pendekatan teori dan praktik.
Melalui bimtek ini, peserta juga dibekali kemampuan untuk mengimbaskan materi kepada guru lain di wilayahnya. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat eksistensi bahasa Lampung di masyarakat. Balai Bahasa Provinsi Lampung menegaskan komitmen menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Guru utama diharapkan mampu menerapkan hasil pelatihan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....