Tewel, Gori hingga Babal, Satu Bahan Makanan dengan Beragam Nama Daerah

  • 03 Jun 2026 15:14 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya dan bahasa yang beragam. Salah satu contohnya terlihat dari penyebutan nangka muda yang memiliki nama berbeda-beda di berbagai daerah meskipun merujuk pada bahan makanan yang sama.

Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, nangka muda lebih dikenal dengan sebutan "tewel". Istilah ini sangat akrab di telinga masyarakat karena menjadi bahan utama dalam pembuatan gudeg, kuliner khas yang telah menjadi identitas daerah tersebut.

Sementara itu, masyarakat Jawa Timur umumnya menyebut nangka muda sebagai "gori". Sebutan tersebut banyak dijumpai dalam percakapan sehari-hari maupun resep masakan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Perbedaan penyebutan juga ditemukan di luar Pulau Jawa. Masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat mengenalnya sebagai "cubadak mudo", sedangkan di sejumlah wilayah Lampung nangka muda disebut "babal". Variasi nama ini menunjukkan kekayaan bahasa daerah yang masih hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah yang tersebar di berbagai wilayah. Bahasa-bahasa tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya sekaligus sarana pewarisan pengetahuan lokal dari generasi ke generasi.

Keberagaman penyebutan untuk satu objek yang sama menjadi bukti bahwa bahasa daerah merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan. Di tengah perkembangan zaman, penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu cara menjaga kekayaan budaya bangsa agar tetap lestari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....