Tubuh Bau Bawang Padahal Tak Makan Bawang? Ini Fakta di Baliknya

  • 29 Sep 2026 19:52 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID : Aroma tubuh yang menyerupai bawang terkadang muncul meskipun seseorang tidak mengonsumsi bawang putih maupun bawang merah. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas bakteri pada kulit, perubahan hormon, hingga pola makan dan kondisi kesehatan tertentu.

Secara alami, tubuh manusia menghasilkan keringat melalui kelenjar ekrin dan apokrin. Keringat yang dihasilkan sebenarnya tidak selalu berbau. Namun, ketika bercampur dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit, terutama di area ketiak, proses penguraian zat dalam keringat dapat menghasilkan aroma yang khas, termasuk menyerupai bawang.

Salah satu faktor yang memengaruhi aroma tubuh adalah konsumsi makanan yang mengandung senyawa sulfur. Bawang putih dan bawang merah, misalnya, mengandung senyawa yang dapat memengaruhi aroma napas maupun tubuh setelah diproses oleh metabolisme.

Selain faktor makanan, perubahan hormon juga dapat memengaruhi aroma tubuh. Kondisi seperti menstruasi, pubertas, dan stres dapat memicu perubahan produksi keringat. Ketika produksi keringat meningkat, aroma tubuh dapat menjadi lebih kuat, terutama di area ketiak dan lipatan kulit.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan tubuh dan pakaian. Pakaian yang lembap, terlalu ketat, atau tidak segera diganti setelah berkeringat dapat membuat aroma tidak sedap bertahan lebih lama. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tubuh, mengenakan pakaian yang menyerap keringat, serta menggunakan deodoran atau antiperspiran dapat membantu mengurangi bau badan.

Meski umumnya tidak berbahaya, perubahan aroma tubuh yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus perlu mendapat perhatian. Terlebih jika disertai keluhan lain, seperti ruam, luka, nyeri, demam, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Dalam kondisi tersebut, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.

Dengan mengenali berbagai faktor yang memengaruhi aroma tubuh, masyarakat diharapkan dapat lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri. Perubahan aroma tubuh tidak selalu menandakan adanya penyakit, tetapi mengenali perubahan yang tidak biasa dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....