Kenduri Literasi Metro Perkuat Ekosistem Literasi
- 29 Sep 2026 09:16 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID., Metro — Saung Baca Ruang Pojok Nusantara menyelenggarakan Kenduri Literasi Metro 2026, sebuah rangkaian kegiatan penguatan literasi yang dilaksanakan melalui dukungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, dalam kategori Fasilitasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus berkarya bagi para pegiat literasi di Kota Metro dan sekitarnya. Kenduri Literasi Metro dirancang dalam tiga rangkaian utama, yaitu Bengkel Literasi, Ngaji Bahasa, dan Diseminasi Kenduri Literasi Metro.
Rangkaian pertama, Bengkel Literasi, dilaksanakan pada 29 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua agenda utama, yakni pelatihan manajerial bagi pegiat literasi dan pelatihan menulis berita praktik baik. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang berasal dari berbagai unsur penggerak literasi, di antaranya pegiat literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta pengelola perpustakaan kelurahan.
Pelatihan manajerial diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola komunitas dan lembaga literasi secara lebih terencana dan berkelanjutan. Sementara itu, pelatihan menulis berita praktik baik memberikan bekal kepada peserta untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan serta pengalaman baik yang dilakukan oleh komunitas literasi. Melalui kegiatan tersebut, praktik-praktik baik di bidang literasi diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas komunitas, tetapi dapat terdokumentasi dan menjadi pengetahuan yang dapat dibagikan kepada masyarakat luas.
Rangkaian kedua adalah Ngaji Bahasa, yang dilaksanakan selama dua hari, 5–6 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari pegiat literasi dan pengelola TBM, mahasiswa, serta siswa. Ngaji Bahasa menghadirkan dua kegiatan utama, yaitu workshop membaca kritis dan pelatihan menulis cerita pendek. Kedua kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam memahami teks secara kritis sekaligus mengembangkan kemampuan menulis kreatif.
Workshop membaca kritis menjadi ruang bagi peserta untuk belajar memahami teks secara lebih mendalam, mengidentifikasi gagasan, membaca konteks, serta membangun kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, pelatihan menulis cerita pendek memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan ide, membangun karakter, menyusun alur, serta menuangkan pengalaman dan imajinasi ke dalam karya sastra. Salah satu hasil penting dari rangkaian Ngaji Bahasa tersebut adalah lahirnya karya bersama berupa antologi cerita pendek.
Antologi tersebut diberi judul Peta yang Hilang. Buku ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kegiatan literasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menghasilkan karya dan meninggalkan jejak pengetahuan melalui tulisan.
Rangkaian terakhir adalah Diseminasi Kenduri Literasi Metro: Bincang Karya dan Apresiasi Literasi. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan, membahas, sekaligus mengapresiasi karya yang lahir dari rangkaian kegiatan Ngaji Bahasa, yang dimana salah satu fokus utama dalam diseminasi adalah pembahasan antologi cerpen Peta yang Hilang. Buku tersebut merupakan kumpulan karya peserta pelatihan menulis cerita pendek yang mengikuti kegiatan Ngaji Bahasa.
Melalui sesi bincang karya, para peserta dan pegiat literasi dapat mendiskusikan proses kreatif di balik lahirnya karya, pengalaman selama mengikuti pelatihan, serta berbagai gagasan yang dituangkan dalam cerita. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap keberanian dan kreativitas para penulis pemula dalam menghasilkan karya sastra. Diseminasi juga menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem literasi, mulai dari pegiat komunitas, pengelola TBM, mahasiswa, siswa, hingga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan literasi.
Pelaksanaan Kenduri Literasi Metro 2026 menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat berkembang ketika ruang membaca dipadukan dengan ruang belajar, berkarya, dan berbagi. Melalui tiga rangkaian kegiatan tersebut, Saung Baca Ruang Pojok Nusantara tidak hanya menghadirkan aktivitas literasi yang bersifat edukatif, tetapi juga mendorong lahirnya kapasitas baru di kalangan pegiat literasi serta karya nyata dari peserta. Dukungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra dalam kategori Fasilitasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026 turut memberikan ruang bagi komunitas untuk memperkuat kegiatan literasi yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Kenduri Literasi Metro pada akhirnya menjadi sebuah perjalanan dari belajar, membaca, menulis, hingga menghasilkan karya. Antologi Peta yang Hilang menjadi salah satu penanda dari perjalanan tersebut—bahwa dari ruang-ruang literasi di tengah masyarakat, selalu ada cerita yang dapat ditemukan, dituliskan, dan dibagikan kepada lebih banyak orang. Melalui kegiatan semacam ini, gerakan literasi diharapkan terus tumbuh sebagai ekosistem yang tidak hanya membangun budaya membaca, tetapi juga melahirkan penulis, karya, gagasan, dan praktik-praktik baik yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....