Korupsi Ancam Pembangunan Generasi Mendatang

  • 22 Sep 2026 04:01 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dampak korupsi dinilai tidak berhenti pada kerugian keuangan negara, tetapi dapat menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang. Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung, Dr. Yusdianto, S.H., M.H., menyebut korupsi dapat menimbulkan multiplier effect yang memengaruhi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kerugian akibat korupsi dapat terlihat secara langsung ketika uang negara disalahgunakan. Namun, secara tidak langsung korupsi dapat menghilangkan potensi ekonomi yang lebih luas, termasuk menurunkan kepercayaan masyarakat dan keinginan untuk melakukan investasi atau pembangunan." ujar Yusdianto.

Menurutnya, korupsi juga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. Jika praktik tersebut berlangsung terus-menerus, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi persoalan jangka menengah dan panjang yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.

" Korupsi juga dapat menciptakan budaya permisif, yakni kebiasaan membiarkan atau menganggap praktik korupsi sebagai sesuatu yang biasa. Pandangan seperti menganggap korupsi sebagai cara untuk memperoleh kemapanan dinilai perlu ditinggalkan karena dapat memperkuat budaya korupsi di masyarakat." kata Yusdianto.

Yusdianto menilai pendidikan antikorupsi menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran bersama. Pendidikan tersebut perlu dilakukan secara luas agar masyarakat memahami bahwa korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan sosial yang dapat memengaruhi kualitas pembangunan dan kehidupan generasi berikutnya.

Ia mengajak masyarakat mulai dari lingkungan masing-masing untuk menolak, mengawasi, dan melaporkan dugaan korupsi. Menurutnya, semakin kuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan, semakin besar pula peluang untuk membangun pemerintahan yang bersih dan memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....